Inforial

Pendistribusian Bapok di Papua Barat Terus Dilakukan

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pemerintah Provinsi Papua Barat memastikan pendistribusian bantuan bahan pokok (Bapok) kepada masyarakat di 12 kabupaten dan 1 kota, terus dilakukan hingga Desember 2020. Upaya ini merupakan langkah pemerintah provinsi mengurangi dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan oleh masyarakat di Papua Barat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Barat, George Yarangga, mengatakan, mekanisme pendistribusian dilakukan dengan tiga tahap. Namun, pada tahap pertama penyaluran belum dilakukan seluruhnya karena ada terkendala akses penyaluran ke dua daerah yakni Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw.

“Setelah kami rapat evaluasi dengan Tim Pengendalian Pangan Papua Barat, maka akan dilanjutkan untuk penyaluran tahap kedua dan ketiga sampai akhir Desember 2020,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media di Manokwari,  Senin (21/9/2020).

Yarangga menyebutkan, distribusi paket sembako dilakukan sesuai data penerima sama dengan tahap pertama. Penyaluran juga diberikan melalui lembaga keagamaan. Jumlah seluruh paket tahap kedua yang akan di distribusikan sebanyak 82.963 paket sembako untuk 12 kabupaten dan 1 kota se-Papua Barat.

“Mekanisme penyaluran dan jumlah paket sembako sama seperti tahap pertama,  hanya kita minta agar yang sudah menerima di tahap pertama tidak menerima di tahap kedua dan ketiga,” jelasnya.

Ia melanjutkan,  beberapa daerah seperti Fakfak, Sorong Selatan, Maybrat, Kaimana, Wondama dan Tambrauw telah diberikan secara simbolis oleh gubernur. Terkait penyediaan beras pihaknya telah berkoordinasi dengan BULOG untuk pembagian paket berikutnya setelah realisasi anggaran yang diajukan disetujui.

“Inspektorat telah menyampaikan agar ada SK penetapan dari lembaga keagamaan terkait data penerima bantuan sehingga tidak menimbulkan masalah dan bapok yang di distribusikan sesuai dengan jumlah permintaan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, besaran anggaran yang diusulkan untuk belanja bapok mencapai Rp50.657.368.000 (lima puluh miliar enam ratus lima puluh tujuh juta tiga ratus enam puluh delapan ribu). Alokasi dana tersebut terserap untuk pengadaan bapok,  distribusi, pemaketan, administrasi perjalanan, serta pajak dan overhead.

Untuk tahap pertama, pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp13 miliar lebih dengan jumlah penerima sebanyak 82.963 kepala keluarga yang tersebar di 12 kabupaten dan 1 kota. Kemudian, anggaran penyaluran bapok tahap kedua dan ketiga sebesar Rp37 miliar lebih. Sehingga, total seluruh anggaran bapok yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat mencapai Rp50.657.368.000.

“Total anggaran yang kita usulkan sekian nanti dirasionalisasikan kembali,  intinya dapat digunakan sampai tahap ketiga di Desember sesuai instruksi gubernur,” tandasnya.

Dikonfirmasi terkait adanya kendala dalam penyaluran bapok, Yarangga menuturkan penyediaan stok beras di Fakfak sempat bermasalah pasca penerapan lockdown. Sehingga untuk menyuplai wilayah Kaimana,  Fakfak dan sekitarnya menggunakan salah satu distributor di Kaimana yang diminta menyuplai bapok.

“Masalah penyaluran di tahap pertama  terkait lamanya data penerima bantuan dari Biro Kesra yang kami terima dari Koordinator di daerah sehingga penyaluran lambat, selain juga akses jalan yang buruk seperti di Tambrauw,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 23 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.