EKONOMIInforial

Penerimaan Bea & Cukai di Tanah Papua Tembus Rp2,98 T

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Total penerimaan bea masuk, bea keluar dan cukai di Provinsi Papua maupun Papua Barat sejak Januari sampai 30 November 2021, tembus Rp2,98 triliun. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 103,01% (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 lalu.

“Target tahun 2021 adalah Rp988,61 miliar, sehingga pencapaiannya sudah 301,13%,” ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea & Cukai (DJBC) Khusus Papua, Gatot Sugeng Wibowo, saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Selasa (7/8/2021).

Ia merincikan, realisasi bea masuk sebesar Rp176,79 miliar atau 147,53% dari target sebanyak Rp119,83 miliar, realisasi bea keluar mencapai Rp2,80 triliun atau 322,29% dari target Rp868,77 miliar, dan penerimaan cukai sebanyak Rp308,6 juta. Apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, maka seluruh pos penerimaan tersebut mengalami pertumbuhan signfikan.

“Bea masuk tumbuh 68,10%, bea keluar tumbuh 105,71% dan cukai 71,06%,” terang Gatot.

Selain itu, sambung dia, penerimaan dari sektor pajak yang tercatat meliputi PPN impor sebanyak Rp510,18 miliar, PPnBM impor Rp196,46 juta dan PPh pasal 22 impor sebanyak Rp105,87 miliar.

Keseluruhan penerimaan ini dihimpun oleh Bea dan Cukai yang tersebar di tujuh kabupaten sebagai wilayah kerja di Provinsi Papua dan Papua Barat. Yaitu, Sorong, Manokwari, Fakfak, Jayapura, Timika, Biak dan Merauke.

“Paling banyak di Timika karena ada bea keluarnya (PT Freeport Indonesia) yang luar biasa yaitu Rp2,76 triliun,” ucap dia.

Devisa ekspor

DJBC Khusus Papua melaporkan total devisa ekspor dari Januari hingga 30 November 2021 mencapai 5,90 miliar dolar AS. Jumlah ini didominasi konsentrat tembaga milik PT Freeport Indonesia di Timika dengan kontribusi 66% atau setara 3,92 miliar dolar AS dari total devisa ekspor.

Sisanya, disumbang oleh devisa ekspor minyak dan gas (Migas) 31% atau 1,80 miliar dolar AS dan devisa ekspor non pertambangan 3% atau 167,33 juta dolar AS.

“Non pertambangan itu ekspor komoditi perkebunan, perikanan dan pertanian,” pungkas Kepala Kanwil DJBC Khusus Papua Gatot Sugeng Wibowo. (PB15)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 9 Desember 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.