Inforial

Pengangguran Masih Jadi Penyebab Maraknya Kejahatan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Aksi kejahatan jalanan berupa penjambretan dan pembegalan semakin marak terjadi di Manokwari belakangan ini. Penyebab utama terjadinya peristiwa tersebut lantaran belum terselesaikannya pokok persoalan yaitu pengangguran.

“Jadi pengangguran masih menjadi penyebab utama maraknya aksi kejahatan jalanan,” ujar Kepala Ombudsman Perwakilan Papua Barat Musa Yoseph Sombuk kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis (4/1/2021).

Menurut dia, kejahatan jalanan tersebut kemungkinan besar akan terus berulang selama belum ada langkah serius dari pemerintah dalam memerangi pengangguran di Manokwari. Tingkat pengangguran yang tinggi di tingkat generasi muda mengakibatkan sebagian dari mereka cenderung mengambil jalan pintas untuk mendapatkan keinginan.

“Kejadian seperti ini akan terus berulang selama sumbernya belum diselesaikan. Anak-anak muda banyak yang tidak punya pekerjaan,” kata dia.

Dikatakannya, pemerintah harus mampu memikirkan strategi yang mumpuni guna menekan pengangguran yang tinggi di Manokwari. Ada banyak investasi yang berkembang di wilayah Papua Barat yang mungkin bisa diakses dan dijadikan sasaran kerja bagi para penganggur tersebut.

“Ada investasi di bidang perkebunan, pertambangan dan industri. Tetapi karena mereka tidak memiliki skill dalam bidang tersebut maka tidak bisa mendapatkan akses ke sana. Nah ini tugas pemerintah untuk memikirkan strateginya,” ungkap Musa.

Selain karena tingkat pengangguran yang tinggi, Musa juga menyoroti perihal peredaran minuman keras (miras) yang masih sangat menjamur di wilayah Manokwari sebagai penyebab tindakan kejahatan. Peredaran miras yang terus berkembang menandakan Manokwari belum mampu memutus mata rantai kejahatan. Apalagi Manokwari dikenal dengan predikat sebagai Kota Injil.

“Meski kita tidak memojokkan agama tertentu. Akan tetapi predikat Kota Injil ini harus mampu ditunjukkan melalui perilaku penghuninya,” imbuh Musa.

Dirinya menyampaikan, minimnya jumlah personil keamanan di Manokwari juga menjadi kendala dalam menjaga kamtibmas. Akan tetapi, langkah lanjutan yang harus diambil tidak harus dengan mempertebal pasukan dan melakukan tindakan yang represif. Penyelesaiannya dapat dilakukan dengan kembali mengundang para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan solusi yang dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

“Lampu-lampu jalan harus diadakan. Siskamling perlu kembali digalakkan. Partisipasi dari tokoh agama dan masyarakat juga menjadi hal yang penting dalam memberikan imbauan dengan pendekatan yang lebih persuasif,” beber Musa.

“Bisa juga dengan menyarankan kepada para pemilik toko atau rumah di pinggir jalan untuk dapat memasang CCTV,” tutup Musa. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 8 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.