Inforial

Pengembangan Pariwisata Butuh Sinergitas

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pengembangan potensi pariwisata di Provinsi Papua Barat membutuhkan sinergitas dan kerjasama berbagai pihak. Sehingga, potensi pariwisata dapat dioptimalkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat dan daerah, pada masa mendatang.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Papua & Papua Barat Dessy Pola Usmany mengatakan dengan menjadi bagian dari rute perdagangan rempah yang digagas oleh UNESCO di tahun 2024 mendatang, akan berimbas positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata. Sebab, negara-negara yang telah berada dalam rute perdagangan rempah akan menaruh perhatian ke Papua Barat.

“”Jika wilayah ini masuk dalam penetapan rute jalur rempah, maka dengan sendirinya potensi masuknya wisatawan menjadi lebih besar. Kondisi inilah yang harus disikapi secara serius,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Senin (21/12/2020).

Ia melanjutkan harus ada komitmen bersama untuk membangun pariwisata di daerah. Misalnya potensi unggulan lokal di setiap daerah harus digenjot. Sehingga semakin membuka peluang usaha dan ekonomi bagi daerah. Pada akhirnya masyarakatlah yang akan menikmati dampak pengembangan pariwisata.

“Setiap daerah harus mengembangkan apa yang menjadi potensi wilayahnya sehingga punya nilai jual bagi turis,” tandasnya.

Senada dengan itu, Dosen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan  Politik (FISIP) Universitas Cendrawasih (Uncen) Hanro Lekitoo menambahkan, ada banyak aspek dalam kebudayaan yang memiliki cita rasa pariwisata sangat tinggi. Namun belum terkelola secara baik dalam masyarakat. Karena itu,  ia mengingatkan pentingnya kerjasama dan sinergitas dalam pengembangan bidang kebudayaan dan pariwisata.

“Sinergitas lintas lembaga harus dilakukan dalam pengembangan pariwisata,” bebernya selaku narasumber FGD pengembangan pariwisata Papua Barat.

Ia mengurai proses akulturasi yang terjadi di masa lalu seperti masuknya porcelin dari Negeri Tirai Bambu Cina ke Papua serta penggunaan kain Timur oleh sebagian besar masyarakat Papua Barat. Potensi kebudayaan ini harusnya menjadi peluang pariwisata yang bernilai bagi turisme di Papua Barat.

“Sinergitas program harus ditunjang dengan payung hukum untuk mengembangkan potensi budaya sebagai program pariwisata kelas dunia,” pungkasnya.(PB22)

**Berita ini telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 22 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.