Inforial

Pengendalian Kerusakan Ozon Butuh Regulasi yang Kuat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pengendalian kerusakan ozon di wilayah Maluku-Papua sangat membutuhkan regulasi yang kuat sehingga pelaksanaan aksi penyelamatan terhadap kerusakan lapisan bumi tersebut mendapatkan legitimasi.

“Saat ini, draf regulasi mengenai permasalahan ini masih dibahas di pusat jadi belum mampu kita terapkan di daerah,” ujar Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Maluku Papua, Prianto kepada Papua Barat News usai penyelenggaraan Workshop Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Non Aparatur Tekait Bahan Perusak Ozon Wilayah Maluku Papua di Manokwari, Selasa (10/11/2020).

Dia mengatakan kebijakan pengendalian penggunaan bahan perusak ozon dilakukan secara terstruktur dari pusat hingga ke daerah-daerah. Untuk itu dibutuhkan peraturan atau dasar hukum yang kuat melalui UU dan Peraturan Pemerintah sehingga pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

“Penerapannya nanti akan diatur oleh pemerintah daerah masing-masing,” kata dia.

Kegiatan workshop tersebut dilakukan lebih awal, agar ketika draf regulasi yang sedang dibahas di tingkat pusat ditetapkan, pihaknya sudah memiliki sumber daya yang cukup untuk menjalankan penerapannya di wilayah kerjan PPIKHL wilayah Maluku-Papua yang meliputi Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Kebetulan kantornya ada di Manokwari sehingga kami melaksanakan kegiatan di sini,” kata Prianto.

Menurut dia pemerintah daerah saat ini  belum bisa mengambil langkah-langkah praktis untuk mengendalikan iklim dan kerusakan ozon dengan membatasi penggunaan bahan-bahan perusaknya. Untuk itu, perlu dibutuhkan kajian yang mendalam guna menghasilkan rumusan regulasi yang tepat dan bermanfaat.

“Jadi regulasi itu nantinya mengatur tentang tata cara pengendalian iklim dan kerusakan ozon sehingga menyebabkan pemanasan global. Karena kita tidak bisa menghentikan perubahan iklim tetapi hanya bisa mengendalikan,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Rabu 11 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.