Inforial

Penularan Covid-19 Terus Meningkat di Papua Barat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penularan Covid-19 terus meningkat di Papua Barat, khususnya di Kota Sorong. Jumlah pasien positif di Papua Barat kini mencapai 7 orang, pasien dalam pengawasan 31 orang, orang dalam pemantauan 654 orang, dan orang tanpa gejala mencapai 182 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap mengatakan penambahan 2 kasus positif yang telah terkonfirmasi melalui hasil uji laboratorium berasal dari Kota Sorong. 2 pasien positif masing-masing berjenis kelamin laki-laki yang telah berusia 71 tahun dan perempuan berusia 26 tahun.

“Hari ini (kemarin, red) kembali terkonfirmasi penambahan 2 kasus positif Covid-19 di Kota Sorong, sehingga total di Papua Barat naik menjadi 7 kasus,” ujarnya kepada awak media, di Manokwari, Minggu (19/4/2020).

Arnold menuturkan menurut informasi yang diterima dari tim gugus tugas Kota Sorong, laki-laki yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kota Sorong tidak memiliki riwayat perjalanan keluar daerah Sorong dalam beberapa waktu terakhir. Sementara wanita berusia 26 tahun diduga kuat memiliki riwayat kontak dengan pasien kedua positif di Kota Sorong yang saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit.

“Pasien kedua positif Covid-19 di Kota Sorong saat ini tengah menjalani pemeriksaan follow up kedua, karena hasil pemeriksaan swab yang pertama hasilnya negatif. Jika keadaan makin membaik setelah pemeriksaan kedua maka yang bersangkutan dapat diijinkan pulang,” jelasnya.

Diakuinya peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Papua Barat sejalan dengan penambahan  ODP sebanyak 11 orang. Sejauh ini jumlah total ODP di Papua Barat total sebanyak 654. Sebanyak 163 orang masih dalam masa pemantauan sementara 491 orang telah menyelesaikan masa pemantauan.

“Jumlah orang dalam pemantauan hari ini bertambah sebanyak 11 orang,” paparnya.

Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terjadi penambahan sebanyak 1 orang. Total saat ini ada 31 pasien dalam pengawasan di mana sebanyak 12 pasien masih dalam pengawasan dan 19 pasien telah dinyatakan selesai.

“Jumlah pasien dalam pengawasan hanya satu orang saja di Papua Barat,” terangnya.

Arnold pun meminta masyarakat semakin disiplin melakukan pembatasan sosial dengan tetap berada di rumah, memakai masker jika harus keluar, disiplin mencuci tangan, menjaga jarak aman dengan orang lain minimal 2 meter, dan tidak berkumpul di keramaian.

“Apabila protokol kesehatan ini dilaksanakan dengan baik, maka rantai penularan Covid-19 bisa diputus. Namun sebaliknya apabila himbauan ini tidak dilaksanakan maka pandemi ini akan berlangsung lebih lama dan korbannya makin meluas,” terangnya.

Arnold menyatakan, sampai saat ini Papua Barat dan kabupaten/kota di Papua Barat belum mengajukan pembatasan sosial berskala besar. Papua Barat mengutamakan penyiapan rumah sakit rujukan, jaring pengaman sosial, dan penanganan dampak ekonomi.

“Pembatasan sosial dilakukan dengan meliburkan anak sekolah, bekerja dari rumah, membatasi jam operasional pusat perbelanjaan, pasar dan tempat-tempat usaha lainnya,” katanya.

Arnold pun mengingatkan agar warga Papua Barat yang berada di luar daerah, khususnya di Jawa dan Sulawesi untuk tidak pulang kampung sampai pandemi Covid-19 reda. Sebagian besar kasus Covid-19 di Papua Barat berkaitan dengan perjalanan dari luar daerah.

”Menunda pulang kampung sangat membantu untuk memutus rantai penularan,” katanya.

 

Terjadi transmisi lokal

Sebelumnya, Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Sorong mengumumkan pasien positif virus Corona bertambah dua orang menjadi empat orang.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Rudy R Laku, Minggu (19/4/2020), mengatakan Laboratorium Balitbangkes Makassar telah mengeluarkan hasil 21 sampel warga kota Sorong yang dilakukan pemeriksaan.

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan 21 sampel tersebut dua orang dinyatakan positif, 18 orang dinyatakan negatif, dan satu orang hasilnya belum terbaca sehingga akan dilakukan pemeriksaan sampel ulang.

Menurut dia, dua warga positif virus corona tersebut satu orang perempuan berinisial RA umur 26 tahun dan satu orang laki-laki berusia 71 tahun berinisial YT. RA adalah orang tanpa gejala dan YT pasien dalam pengawasan.

Ia mengatakan bahwa RA orang tanpa gejala dinyatakan positif virus corona tersebut berhubungan kontak dengan pasien perempuan positif 4 yang telah meninggal dunia Maret 2020.

Dikatakan, hasil positif orang tanpa gejala tersebut menunjukkan transmisi lokal telah terjadi di kota Sorong sehingga masyarakat diharapkan waspada dengan menerapkan protokol pencegahan virus Corona.

Rudy menjelaskan pula bahwa data terbaru hingga 19 April 2020 jumlah pasien positif empat orang satu orang telah meninggal dunia tersisa tiga orang dalam perawatan. Jumlah pasien yang dinyatakan negatif 22 orang, PDP enam orang masih dalam proses perawatan.

“Jumlah orang dalam pemantauan yang saat ini dilakukan pemantauan sebanyak 50 orang dan orang tanpa gejala yang dalam proses pemantauan 6 orang,” tambah dia. (PB22/ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.