Inforial

PLN Serahkan Ganti Rugi Pengadaan Tapal Tanah Tower

MANOKWARI, papuabaratnews.co – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Papua Barat memberikan ganti rugi  pengadaan Tanah Tapak Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV PLTMG Manokwari – Gardu Induk Manokwari kepada para pemilik tapal tanah.

Manager PT PLN (Persero) UPP Papua Barat Benny Susanto melalui Assisten Manager Pertanahan PT PLN (Persero) UIP Papua Barat Norman Haryatama mengatakan pelaksanaan pemberian ganti rugi tersebut diberikan kepada masyarakat pemilik tanah sebagai bagian dari kewajiban PLN dalam menyelesaikan urusan pengadaan tanah.

“Hari ini PLN menuntaskan kewajibannya untuk memberikan ganti rugi dan penyelesaian teknis kepada masyarakat,” ujarnya kepada Papua Barat News, Jumat (23/10/2020).

Dia mengungkapkan sedikitnya terdapat 38 tapak yang akan dijadikan lokasi pembangunan tower SUTT 150 KV. Dari jumlah tapak yang ada, beberapa diantaranya ada di penguasaan masyarakat, beberapa tapak menjadi penguasaan pemerintah dan sebagian lainnya masuk dalam kawasan hutan.

Dia menjelaskan ganti kerugian yang dilaksanakan pada kesempatan itu diberikan kepada 8 pemilik tapak tanah dan merupakan tahap akhir karena PLN sudah menjalankan hal serupa kepada 30 pemilik tapak lainnya pada beberapa kesempatan sebelumnya.

“Jadi kita sudah selesaikan semua tahapan pembebasannya,” kata Norman.

Lebih jauh Norman menjelaskan, dengan selesainya tahapan pembebasan tapak tanah tersebut, pihak PLN akan segera melakukan sertifikasi demi menjaga dan mengamankan aset yang dimiliki ke Badan Pertanahan.

“Demi keamanan aset maka akan kami sertifikasi secepatnya dan Insya Allah akan memulai pembangunan pada 2021 nanti,” ujar dia.

Dirinya berharap dengan diselesaikannya tahapan pembebasan lapak tanah tersebut maka ke depannya PLN dan masyarakat dapat saling menjaga dan bersinergi demi kelancaran pembangunan sehingga tidak ada lagi kendala yang ditemukan di lapangan.

“Kami berharap kita dapat berkolaborasi dan bersinergi dalam tahapan selanjutnya seperti dalam tahap pengerjaan nanti,” pungkasnya.

Penyerahan ganti rugi tersebut disaksikan langsung oleh Asdatum Kejati Papua Barat, Assisten I Setda Manokwari dan sejumlah saksi lainnya. Pihak masyarakat penerima ganti rugi juga menghadirkan alih warisnya untuk menyaksikan peristiwa tersebut. (PB25)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 27 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.