Inforial

PMI Dorong Pemuda Papua Jadi Pengusaha

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Yayasan Papua Muda Inspiratif (PMI) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) RI, mendorong lahirnya 100 pengusaha muda Papua melalui program pelatihan kewirausahaan bagi pemuda/pemudi asli Papua.

Ketua Yayasan Papua Muda Inspiratif (PMI)  Rini S. Modouw, mengatakan saat ini PMI tengah fokus membangkitkan semangat berwiraswasta bagi pemuda/pemudi asli Papua di 7 wilayah adat di tanah Papua. Karena itu menurutnya,  kerjasama jaringan akan dibangun di seluruh wilayah Papua dan Papua Barat sehingga pengembangan potensi wiraswasta di kalangan pemuda asli Papua terus berkembang.

“PMI terus mendorong agar lahir pemuda/pemudi Papua yang bergerak di sektor ekonomi,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari,  Kamis (17/9/2020).

Rini menyebutkan, PMI menargetkan lahir 100 pengusaha asli Papua di tahun 2020. Karena itu kata dia, program rangsangan seperti pelatihan dan pendampingan secara bertahap dilakukan. Hal ini mengingat beberapa kendala yang ditemukan dalam pendampingan pada pemuda asli Papua di sektor ekonomi. Kendala tersebut diakuinya, seperti rendahnya optimisme (kepercayaan diri)  dan belum adanya sistem kerja kerja sama. Dua hal ini bagi dia, menjadi perhatian serius PMI dalam mendampingi pengusaha muda Papua dalam menjalankan aktivitas usaha.

“Kita berusaha meyakinkan mereka bahwa mereka juga bisa. Sehingga muncul kepercayaan diri, setelah itu lalu kita fokus pada pembentukan mentalnya,” paparnya.

Senada dengan itu,  Kepala Sub Bidang Penumbuhan Kewirausahaan pada Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI, Triyanto mengungkapkan, di tengah terpaan badai Covid-19, sektor ekonomi bagi kelompok usaha kecil dan menengah diharapkan tetap bertahan dengan metode dan strategi yang tepat.

“Kementerian siap memfasilitasi sehingga pengusaha muda Papua di Manokwari bisa naik kelas dari mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi besar sekalipun di tengah pandemi,” paparnya.

Triyanto melanjutkan, beberapa market place dilibatkan dalam proses pelatihan seperti, Bukalapak. Hal ini dimaksudkan agar peserta memiliki kemampuan mengakses perkembangan digital untuk pengembangan usaha. Ditambahkannya di akhir pelatihan akan diberikan bisnis plan bagi peserta untuk menyusun proposal untuk kemudian diseleksi. Proposal yang dinilai layak dan memenuhi kriteria akan diajukan sebagai penerima bantuan wirausaha pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kita berharap akan bermunculan wirausahawan baru yang selalu berinovasi dan cakap memaanfaatkan perkembangan dunia digital,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program SUBITU, salah satu kelompok usaha di sektor butik dan instalasi, menuturkan pelatihan yang dilaksanakan oleh PMI  merupakan kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih besar melalui wadah PMI. Dia mengajak pengusaha muda Papua untuk memanfaatkan kesempatan ini.

“Kita berharap melalui pelatihan ini, hasil produk kita yang selama ini hanya di lingkup kecil, bisa menjadi makin besar, karena kita tidak kalah dengan saudara lain di luar Papua,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Sudah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 18 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.