Inforial

Proposal Pembangunan Pabrik Pakan Ternak belum Terealisasi

MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari berharap bantuan pemerintah pusat melalui Kemeterian Perindustrian dalam mendirikan pabrik pakan ternak di Distrik Masni.

Kehadiran pabrik pakan ternak ini untuk mengembangkan hasil produksi peternakan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan usulan pendirian pabrik pakan ternak ke Kementerian Perindustrian telah ada sejak 2010 lalu, namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Kami berharap pabrik pakan ternak ini bisa dibangun karena sudah ada uji kelayakan dari Universitas Papua (Unipa) dan sudah dinyatakan lolos dan layak untuk dibangun,” harapnya.

Hermus mengatakan, selain studi kelayakan dari Unipa, Kementerian Perindustrian telah melakukan survei kelayakan pada 2010 silam. Hasilnya, pabrik pakan ternak di Manokwari layak untuk didirikan.

Ia juga menerangkan, ada tujuh jenis komoditas peternakan penghasil daging di Kabupaten Manokwari, yakni sapi, kambing, babi, ayam potong, ayam kampung, ayam petelur dan itik.

Produksi daging hingga Oktober 2022 berasal dari ayam petelur yang mencapai 2,16 juta telur, 534.978 kilogram (kg) daging sapi, 352.828 kg ayam potong. Tetapi secara nasional, komoditas andalan dari Manokwari ialah daging babi yang produksinya dalam periode yang sama mencapai 280.026 kg.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan pendirian pabrik pakan ternak bukan ranah Kementerian Pertanian melainkan Kementerian Perindustrian.

Meskipun begitu, Syahrul mengatakan pihaknya akan mengupayakan pendirian pabrik pengolahan pupuk organik di Manokwari untuk mendukung keberlangsungan pertanian dalam menjawab kebutuhan pangan secara nasional.

Keterbatasan Anggaran

Sebelumnya. Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian. Sebab pembangunan pabrik pakan ternak tersebut membutuhkan anggaran mencapai Rp60 miliar.

“Tapi kementrian menyampaikan tidak ada anggaran. Mekanismenya melalui DAK (Dana Alokasi Khusus), kalau DAK itu hanya Rp4 miliar sampai Rp5 miliar,” ujar Kepala Disperindag Papua Barat, George Yarangga, pada awal April 2022.

Usulan pabrik pakan ternak, sambung dia, sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. “Dan sudah masuk pada rencana aksi,” jelas dia.

Beberapa waktu lalu proposal pembangunan pabrik pakan sudah dikirim ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Proposal itu dilandasi hasil kajian yang dilakukan bersama Universitas Papua (Unipa) tahun 2019 lalu. Akan tetapi, Bappenas justru menyarankan agar pemerintah daerah mencari investor untuk merealisasikan pembangunan pabrik pakan. “Kalau lewat mekanisme investasi, kita harus cari lagi, investor siapa yang siap masuk,” kata George yang saat ini menjadi Pj Wali Kota Sorog.

Ia melanjutkan, masalah anggaran dalam pembangunan pabrik pakan telah diinformasikan ke Sekretaris Daerah Papua Barat. Solusinya adalah anggaran pembangunan pabrik pakan ternak dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Barat. “Jadi dititip ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang berkaitan supaya kita keroyok bersama,” jelasnya.

Disperindag, kata dia, terus mendorong agar rencana pembangunan pabrik pakan bisa terlaksana. Karena, bahan baku produksi pakan sangat melimpah. Selain itu, kehadiran pabrik pakan akan memberikan multiplier effect (efek berganda). Antara lain, penyerapan tenaga kerja, penyerapan hasil panen jagung, menekan harga pakan yang selama ini didistribusikan dari luar daerah, serta mencegah lonjakan inflasi dari komoditi daging ayam dan telur. “Tanah sudah clear and clean, luasnya mencapai 2,5 hektare dan ada sertifikat,” ucap George.

Ia berharap, pembangunan pabrik pakan tahap pertama bisa dimulai tahun 2023 mendatang, dengan menggunakan APBD. Setelah itu, Disperindag akan melaporkan progres pembangunan ke pemerintah pusat melalui kementerian guna mendapatkan dukungan APBN.“Jadi ada sharing anggaran. Mungkin kementerian bisa bantu peralatan atau mesin produksi,” ucap dia. (PB19/PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.