Inforial

PWI Berikan Penghargaan kepada Tujuh Tokoh Publik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 pada Selasa 9 Februari, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  Papua Barat memberikan penghargaan kepada tujuh tokoh dan praktisi sebagai bentuk apresiasi dan dukungan yang dinilai sudah berjasa di bidangnya masing-masing bagi masyarakat. Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Ketujuh penerima penghargaan yakni, dokter Arnold Tiniap selaku praktisi kesehatan yang senantiasa gencar bekerja memberikan informasi terkait kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Penerima kedua Mama Ester Kereway selaku pemerhati seni budaya. Selanjutnya ada Lamek Dowansiba salah satu pemuda asal suku Arfak yang terus mendorong penguatan literasi.

Tokoh lainnya yakni, Keliopas Krey selaku pemerhati lingkungan dan peneliti serta salah satu tokoh dari dunia usaha yakni Haji Nur Jaya yang dinilai berjasa dalam mendorong pertumbuhan pengusaha lokal. Tidak ketinggalan juga, advokat HAM senior Yan Christian Warinussy yang sejauh ini konsisten menyuarakan keadilan dan perlindungan HAM bagi masyarakat bersama insan pers. Terakhir tokoh yang ketujuh yakni Almarhum Yulianus Piterson Sineri yang semasa hidupnya memdedikasikan dirinya sebagai relawan Covid-19 Kabupaten Manokwari.

Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2021 Provinsi Papua Barat, Levita Making mengatakan pemberian penghargaan kepada tujuh tokoh di Manokwari merupakan hasil kesepakatan bersama antara panitia dan pengurus PWI Papua Barat. Penghargaan dinilai sebagai bentuk apresiasi insan pers atas dedikasi ketujuh tokoh kepada masyarakat.

“Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi pers kepada para penerima atas apa yang telah mereka kerjakan,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Selasa (9/2/2021).

Levita menyebutkan ketujuh tokoh yang menerima penghargaan telah melalui proses seleksi internal. Tidak ada intervensi atau pun kepentingan dalam pemilihan tokoh yang berhak menerima penghargaan oleh panitia. Komitmen dan dedikasi nyata bagi masyarakat merupakan tolak ukur utama yang ditetapkan panitia sebelum memilih ketujuh penerima penghargaan.

“Penghargaan ini diberikan bagi mereka atas jasa dan kerja nyata mereka selama ini,” terangnya.

Pemberian penghargaan lanjut dia, sebagai bentuk silaturahmi antara insan pers bersama masyarakat di Papua Barat. Kedekatan pers bersama masyarakat harus tetap dipelihara sehingga tugas pers sebagai media penjernihan dan pendidikan kepada publik tercapai.

“Kita berusaha agar tetap dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap ketujuh tokoh yang menerima penghargaan terus berkarya dan mengabdi bagi masyarakat. Silih teladan kata Levita, harus diikuti oleh pemuda sehingga semakin banyak orang yang menginspirasi masyarakat melalui karya dan bakat yang dimiliki.

“Apa yang telah mereka lakukan harus menjadi inspirasi kita,” pungkas pimpinan media Suara Mandiri.

Sementara itu, dr Arnold Tiniap salah satu penerima penghargaan mengakui sangat terkejut dan bersyukur atas apresiasi PWI Papua Barat kepadanya. Penghargaan bagi dia, adalah pemantik semangat untuk bekerja lebih baik kepada masyarakat di Papua Barat. Karena tugas dan panggilan hidup sepenuhnya diabdikan di Rumah Sakit.

“Penghargaan ini adalah pemicu untuk kerja yang lebih baik lagi di masa mendatang,” tutup Direktur RSUD Provinsi Papua Barat. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 10 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.