Inforial

Rasio Kesembuhan Pasien Korona di Manokwari Capai 97,7%

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sudah lebih dari satu tahun pandemi Covid-19 melanda wilayah Manokwari. Ribuan warga sudah terinfeksi virus mematikan tersebut. Akan tetapi, rasio kesembuhan pasien jumlah menunjukkan grafik peningkatan yang cukup menjanjikan.

“Saat ini rasio kesembuhan pasien Covid-19 di Manokwari mencapai 97,7 persen,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang, Minggu 13 Juni 2021.

Dia mengatakan, prosentase itu diperoleh dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dibagi dengan total pasien yang terkonfirmasi positif. Sejauh ini tercatat 3.555 orang dinyatakan terkonfirmasi positif. Sedangkan angka kesembuhan sebanyak 3.476 orang.

“Lebih baik dari rasio kesembuhan secara nasional,” kata dia.

Marten menjelaskan, pasien yang sedang dirawat saat ini di sejumlah Rumah Sakit di Manokwari terus menunjukkan potensi kesembuhan yang cukup baik. Karena itu, apabila para pasien tersebut disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan secara baik selama perawatan, maka kemungkinan grafik kesembuhan juga akan semakin meningkat dalam beberapa waktu ke depan.

“Demikian juga dengan pasien yang memilih menjalani isolasi mandiri di rumah. Apabila mereka disiplin dalam menjalankan prosedur kekarantinaan, maka prosentase kesembuhan ini juga pasti akan meningkat,” paparnya.

Menurut dia, selama tidak ada penambahan kasus baru maka pihaknya dapat menjamin pandemi ini akan bisa berakhir dalam beberapa bulan ke depan. Akan tetapi, hal tersebut akan menjadi sulit terwujud apabila masyarakat lalai dalam menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

“Selama protokol kesehatan tidak dijalankan secara baik, maka kemungkinan penularan masih akan bisa terjadi,” terangnya.

Dirinya berharap, penularan Covid-19 tidak terjadi lagi sehingga memudahkan pemerintah daerah dalam menjalankan agenda pembelajaran tatap muka pada lembaga pendidikan di Manokwari.

“Karena jika penyebaran kasusnya tidak bertambah, maka bisa menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merekomendasikan pembelajaran tatap di sekolah,” tutur Marten. (PB25)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 14 Juni 2021 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.