Inforial

Rencana Aksi P4GN di Papua Barat belum Optimal

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Rencana aksi nasional terhadap upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020, belum berjalan optimal di Provinsi Papua Barat.

Sebab, belum satupun aparatur sipil negara (ASN) baik di lingkup pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi di wilayah setempat yang melakukan tes urine.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat Brigadir Jenderal Monang Situmorang mengatakan Kewajiban ASN melakukan tes urinebtelah diatur dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN dan Prekursor Narkotika Tahun 2020-2024.

Koordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan tes urine sudah sering dilakukan. Namun, belum ada respon.

“Sampai hari ini belum ada (tes urine), kita bisa melihat bagaimana tingkat kepedulian dari pemerintah daerah ini,” kata Monang dalam rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan di Kantor BNNP Papua Barat, Rabu (25/11/2020).

“Yang rutin lakukan tes urine di Provinsi Papua Barat ini hanya instansi vertikal seperti Kodam Kasuari, Kejaksaan dan Kementrian Keuangan,” kata dia lagi.

Dia menerangkan ada sejumlah kendala dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba di Papua Barat. Meliputi, penanganan masalah narkoba masih dinilai menjadi tanggung jawab tunggal BNN, kurangnya sinergitas dan komitmen terkait P4GN, belum ada dukungan program dan penganggaran untuk menangani masalah narkoba, dan belum adanya regulasi yang kuat tentang penyalahgunaan narkoba dan minimnya fasilitas penanganan masalah narkoba. “Tidak adanya sinergi dan komitmen,” ujar dia.

Monang melanjutkan ada berbagai kegiatan dalam rencana aksi P4GN 2020-2024 yang harus diselenggarakan baik pemerintah pusat maupun daerah. Pertama, penyediaan serta penyebaran informasi tentang bahaya narkotika dan prekursor bagi pejabat negara, ASN, TNI, Polri dan masyarakat. Kedua, pembentukan regulasi P4GN. Ketiga, tes urine bagi seluruh ASN. Keempat, tes urine bagi taruna/taruni pendidikan kedinasan. Kelima, pembentukan satgas atau relawan anti narkoba dan prekursor. Keenam, pengembangan topik anti narkoba dan prekursor pada seluruh lembaga pendidikan, pelatihan kepegawaian dan lembaga kedinasan.

“Jadi diharapkan semua pemerintah baik pusat ataupun daerah dapat melaksanakan aksi generik P4GN,” ucap dia.

Di Provinsi Papua Barat, sambung Monang, baru Pemerintah Kota Sorong yang telah menerbitkan regulasi P4GN yaitu Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2017 tentang P4GN. “Kota Sorong juga sudah bentuk Satgas anti narkoba,” tutur dia.

Dia menjelaskan upaya melawan peredaran gelap narkotika di Provinsi Papua Barat membutuhkan sinergi dan kerjasama semua instansi. Salah satunya membentuk komunitas anti narkoba yang bertujuan memberikan sosialisasi secara masif kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba. Contohnya pihak BKKBN Papua Barat membentuk GENRE relawan anti narkoba.  “Kalau kami dari BNN juga sudah bentuk penggiat anti narkoba,” ujar Monang.

Untuk aksi khusus dalam rencana aksi P4GN, kata dia, instansi pemerintah daerah serta kementrian/lembaga diharapkan dapat membentuk bidang pencegahan yang gencar melakukan kampanye publik, deteksi dini, pendidikan anti narkoba dan pemberdayaan asyarakat kawasan rawan narkoba. Kemudian bidang pemberantasan guna meningkatkan pengawasan pintu masuk peredaran narkoba dan prekursor serta pengembangan sistem intrediksi. Selanjutnya, bidang rehabilitasi bertujuan meningkatkan aksesbilitasi layanan dan peningkatan SDM layanan rehabilitasi. “Terakhir adalah bidang litbang data dan informasi,” tutur dia.

Terkait rehabilitasi, BNNP Papua Barat sudah mencoba berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Papua Barat agar dapat menyediakan layanan rehabilitasi kepada pengguna narkoba.

“Tapi belum ada tanggapan. Rumah sakit di Papua Barat belum ada yang memberikan layanan rehabilitasi,” pungkas Monang. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 26 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.