Inforial

Sejumlah OPD Terkesan Masa Bodoh Persoalan Stunting

RANSIKI – Tim Percepatan Penurunan Stunting Manokwari Selatan (Mansel) mulai menyusun regulasi stunting, akhir April lalu.

Sayangnya, sejumlah OPD yang masuk dalam Pokja sesuai dengan SK Bupati Mansel Nomor 15 Tahun 2022, terkesan acuh tak acuh dengan persoalan stunting.

Pantauan media ini, lebih dari 50 persen OPD yang masuk dalam Pokja, tidak hadir pada pembahasan regulasi stunting tersebut.

Hal ini sangat disayangkan Penanggungjawab Kesehatan Ibu dan Anak Dinkes Mansel Prawati Ahoren, dikatakan Ahoren, minimnya antusias sejumlah OPD terkait sudah terjadi sejak 2020 silam.

“Teman-teman dari Bappeda sudah buat undangan, tapi hanya segelintir yang aktif, yakni dari Bappeda, Dinsos, DPMK, Dinkes dan Dinas Pendidikan. Sementara yang lain mereka seperti malas tahu,” tuturnya.

Sebagai anak asli Ransiki, Ahoren sangat menyesalkan sikap sejumlah OPD terkait yang tidak aktif dalam penanganam stunting.

“Ini di SK dari sekitar 12 OPD, tapi yang aktif hadir cuma empat sampai lima. Undangan sudah masuk dalam grup stunting, bahkan ada yang saya sudah telepon langsung, tapi tidak hadir,” ungkapnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.