Inforial

Sekda Mansel Ingatkan Pegawai Hindari Pungli

RANSIKI – Sekda Manokwari Selatan (Mansel) Hengky Tewu mengingatkan seluruh pegawai negeri sipil di daerah setempat untuk menghindari praktik pungutan liar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sekda Tewu mengatakan, semua aturan yang berdampak langsung pada masyarakat umum, sudah diatur sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Contohnya untuk retribusi, kalau tidak ada Perda jangan ditarik. Orang sudah mulai tanya ke saya, di Rumah Sakit itu bayar berapa kalau mau periksa kesehatan. Itu tidak bayar, karena tidak ada aturannya. Kalau ditarik, itu namanya Pungli,” kata Sekda Tewu saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Mansel, Ransiki, Senin (17/4/2023).

Tewu menyebut, ada aturan yang sangat mengikat terkait pungli yang harus dipatuhi setiap ASN.

“Pungli Rp 5 ribu saja itu dipecat. Kalau korupsi masih pakai pengadilan, sementara pungli itu ketangkap tangan selesai. Jadi hati-hati. Jangan ada misalnya kasih masuk proposal, baru ada yang minta duit. Begitu juga di OPD lain. Di kita tidak ada, tapi tugas kami untuk mengingatkan,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemkab Mansel mendukung penuh gerakan memberantas pungli yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Semua ASN maupun honorer agar tidak terlibat praktik pungli, khususnya di OPD yang melayani kepentingan masyarakat,” tegas Tewu.

Inspektorat Kabupaten Mansel juga ikut melakukan pengawasan untuk mengantisipasi adanya praktik pungli.

“Kami akan tindak pegawai yang terbukti melakukan pungli sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai, kalau OTT (operasi tangkap tangan) itu ada yang menanganinya,” tambahnya.

Selanjutnya kata Tewu, apabila ada pihak yang datang menyerahkan uang gratifikasi, harus langsung dilaporkan ke Inspektorat.

“Karena itu namanya gratifikasi, dan kita harus lapor. Mau dekat lebaran begini, ada yang bawah parcel ke rumah, lapor ke Inspektorat. Nanti Inspektorat yang putuskan itu bisa diterima atau tidak. Karena nilai yang boleh diterima di bawah Rp250 ribu. Kalau di atas itu, namanya gratifikasi. Kalau gratifikasi itu upaya suap menyuap, dan nanti kita bermasalah,” paparnya. (ADK)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.