EKONOMIInforial

September 2020 Papua Barat Catat Deflasi 0,47 Persen  

MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mengungkapkan, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terjadi di dua kota IHK yakni Kota Sorong dan Kota Manokwari selama periode September 2020, secara umum mengalami penurunan harga.

Untuk Kota Sorong terjadi deflasi 0,42 persen (mtm/month to month) dan Kota Manokwari deflasi 0,63 persen (mtm). Dengan demikian, Provinsi Papua Barat mengalami deflasi 0,47 persen (mtm) pada September 2020.

Dan, secara tahunan (year on year) inflasi Papua Barat tercatat 1,37 persen (yoy) sedangkan inflasi tahun kalender sebesar 0,43 persen.

“Provinsi Papua Barat kondisi September 2020, mengalami deflasi sebesar 0,47 persen (mtm),” ujar Kepala BPS Papua Barat, Maritje Patiwaellapia, saat menggelar konfrensi pers virtual, pada Kamis pekan lalu.

Ia menjelaskan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan dengan penurunan indeks dari beberapa kelompok pengeluaran seperti transportasi -2,86 persen, kelompok makanan -0,55 persen, kelompok pakian -0,04 persen, dan kelompok perumahan -0,01 persen.

Penurunan indeks yang sangat signifikan juga terjadi pada beberapa subkelompok pengeluaran seperti jasa angkutan -5,97 persen, subkelompok tekstil -0,87 persen, subkelompok makanan -0,65 persen, subkelompok minuman tidak beralkohol -0,37 persen, dan subkelompok pemeliharaan -0,05 persen.

“Ada juga komoditas dari kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, seperti perawatan pribadi, kelompok rekreasi, pemeliharaan rutin, pendidikan dan kelompok informasi komunikasi,” tutur dia.

Sebagai informasi, ada 34 kota IHK di Indonesia yang mengalami inflasi dan 56 kota terjadi deflasi termasuk Kota Sorong dan Kota Manokwari.(PB15)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 9 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.