Inforial

Sinergi Antar Kelompok Sukseskan Vaksinasi di Manokwari

PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia sudah berjalan selama dua tahun. Seluruh dunia dengan berbagai cara berupaya berjuang untuk melawan pandemi ini.

Di Indonesia, pemerintah tengah bekerja keras memulihkan perekonomian yang terpuruk akibat pandemi. Salah satu cara yang masih terus digencarkan adalah percepatan vaksinasi, yang diyakini sebagai solusi untuk memutus rantai penularan virus korona.

Di Manokwari, sejak awal pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Manokwari sudah membentuk Satgas Covid-19. Dalam menjalankan tugasnya, Satgas Covid-19 bersinergi dengan instansi-instansi terkait dan berbagai pemangku kepentingan untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

“Di dalamnya ada dinas terkait, Polri, TNI, pers, organisasi pemuda dan masyarakat, serta lembaga agama dan komunitas masyarakat adat. Semuanya bahu-membahu bekerja untuk menanggulangi pandemi Covid-19 di Manokwari,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Alfred bandaso dalam wawancara di podcast KAKI Tanah Papua.

Khusus percepatan vaksinasi di Manokwari, kata Bandaso, Dinas Kesehatan terus berupaya mewujudkan kekebalan komunitas (herd immunity). Target pencapaiannya minimal 70 persen dari penduduk menerima vaksin dosis lengkap.

Alfred Bandaso mengakui, pelaksanaan vaksinasi mengalami banyak hambatan karena sebagian masyarakat enggan divaksin, karena alasan-alasan tertentu. Meskipun banyak hambatan, pemerintah terus menggencarkan vaksinasi, bukan hanya untuk kalangan dewasa, tapi juga anak usia 6-12 tahun.

“Vaksin tidak berbahaya, karena sejak usia 0-1 tahun mereka (anak-anak) sudah divaksinasi seperti hepatitis, polio, dan lainnya. Hanya saja istilahnya berbeda yakni imunisasi, sebenarnya sama saja dengan vaksinasi Covid-19 saat ini,” kata dia.

Hingga 29 Maret 2022, data cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama Kabupaten Manokwari mencapai 107.105 orang atau 80,70 persen. Vaksin dosis kedua mencapai 76.882 orang atau 57,93 persen. Sementara vaksin dosis penguat atau vaksin booster mencapai 8.524 atau 6,42 persen.

Alfred menegaskan vaksinasi itu baik, karena tujuannya untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap serangan virus. Karena itu masyarakat diimbau tidak cepat percaya terhadap informasi hoaks seputar vaksin Covid-19.

Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Kesehatan dan instansi terkait sudah melakukan banyak langkah untuk penanggulangan dan pencegahan, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan perekonomian menjadi pulih.

“Selain Satgas Covid-19, Puskesmas-puskesmas juga turun langsung ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi. Kemudian TNI dan Polri ikut bersinergi menyukseskan program vaksinasi di Kabupaten Manokwari,” ungkapnya.

Menurut Alfred, bukan hanya virus korona membuat masyarakat merubah perilaku dan gaya hidup. Tetapi kesehatan pada dasarnya adalah perilaku dan gaya hidup sehat. Jika masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sehari-sehari maka akan terhindar dari berbagai macam penyakit.

Perilaku dan gaya hidup sehat sudah harus ditanamkan sejak dini, terutama kepada anak-anak. Karena pada usia itu hal-hal positif mudah ditanamkan dan akan selalu diingat hingga dewasa.

“Misalnya sejak dini anak-anak sudah diberi tahu kalau membuang sampah di laut akan merusak ekosistem di laut. Hal itu akan direkam dalam memorinya dan diingat terus sampai dewasa,” ujarnya.

“Seperti praktik mencuci tangan pakai sabun sebenarnya bukan pada saat pademi ini saja baru kita kenal, tetapi sudah diajarkan sejak masa anak-anak bahwa  sebelum makan harus mencuci tangan terlebih dahulu,” sambung Bandaso.

Hal-hal itu adalah tugas orang tua dan guru di sekolah. Karena kesehatan adalah masalah perilaku dan gaya hidup.

“Jangan menunggu petugas kesehatan datang dan melakukan sosialisasi, tetapi mulailah cara hidup sehat dengan hal-hal kecil di setiap hari,” pesannya.

Ia menambahkan, pada masa sekarang keterbatasan petugas kesehatan bisa teratasi dengan muda lantaran masyarakat muda mengakses informasi-informasi tentang Kesehatan melalui internet.

“Melalui google kitab isa memperoleh banyak informasi tentang Kesehatan dengan mudah, yang penting rajin membaca dan berselancar di dunia maya atau internet,” pungkas Bandaso. (ADV)

 

Wawancara selengkapnya bisa disaksikan melalui link Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari – YouTube

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.