Inforial

Sinergitas Antar Lembaga dalam Penanganan Obat Tradisional Mengandung BKO

MANOKWARI – Dampak obat tradisional mengadung Bahan Kimia Obat (BKO) bukan hanya terkait kesehatan tetapi juga ekonomi, hukum dan sosial budaya, maka penangannnya harus dilakukan oleh semua pihak.

Kepala Badan POM Manokwari Musthofa Anwari mengatakan, obat tradisional merupakan warisan budaya bangsa, yang secara turun temurun digunakan untuk pengobatan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Maka penguatan sinergitas Penta Heliks dalam penanganan obat tradisonal yang mengandung BKO harus dilakukan bersama-sama berdasarkan tupoksi masing-masing.

Tujuannya kata dia, untuk memutus mata rantai suplay dan demand. Serta meningkatkan kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya saing produk tradisonal.

“Penta heliks dalam hal ini kolaborasi antara pemerintah, lembaga vertikal, pelaku usaha, akademisi, kepolisian, media massa dan tentunya masyarakat,” jelas Anwari dalam kegiatan penguatan sinergitas penta heliks terkait Bahaya obat tradisional mengandung Bahan Kimia Obat, Kamis (1/9/2020).

Obat tradisional kata, dia tidak boleh mengadung bahan seperti alkohol, bahan kimia obat, narkotika, atau prsikotropika dan bahan lainnya yang diangap berbahaya berdasarkan pertimbangan kesehatan.

Bahaya obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat sambung dia, dapat menurunkan derajat kesehatan dan menurunkan citra jamu.

“Dampak dari obat tradisonal mengandung BKO banyak efek negative bagi kesehatan, bahkan sampai menyebabkan kematian,” ujarnya.

Dia menjelaskan, penyebab peredaran obat tradisonal yang mengadung BKO secara luas di masyarakat adalah karena kurangnya pemahaman pelaku usaha terkait dampak negatif obat tradisional yang BKO.

“Mereka (pelaku usaha) memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat, dengan menambahkan BKO agar produk mereka bereaksi cepat dan banyak dicari konsumen,” sambung dia.

Dia menjelaskan, Badan POM dalam upaya penangangan peredaran obat tradisonal yang mengadung BKO, telah dilakukan bimtek, pembinaan dan pembekalan kepada industri UMKM di bidang obat tradisional.

Dia berharap, Penta Heliks bisa aktif bersama-sama meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional, serta menyamakan persepsi dan bekerjasama mendukung pelayanan publik badan BOM di Manokwari agar masyarakat di provinsi Papua Barat terbebas dari bahaya obat tradisional yang mengandung BKO.

“Badan POM dilapangan tidak akan bekerja sendiri, tetapi membutuhkan stekholder-stekholder terkat,” jelas dia. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.