Inforial

SMA Oikumene Gunakan Laptop Pinjaman

MANOKWARI, PB News – Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Oikumene Kabupaten Manokwari, Arius Mofu, meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat khususnya Dinas Pendidikan (Disdik), agar bisa memberikan perhatian terhadap keterbatasan sarana prasana pendidikan yang dialami.

Dia mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan pinjaman perangkat komputer demi melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang telah berlangsung sejak Senin (kemarin,red).

“Ada 20 unit laptop  plus 1 server dibeli menggunakan dana pinjaman  dan 25 unit laptop bantuan dari yayasan pendidikan kristen (YPK),” ujar dia, saat dikonfirmasi Papua Barat News, Senin (9/4/2018).

Arius menjelaskan, peserta UNBK SMA Oikumene berjumlah 113 dan pelaksanaan ujian terbagi atas tiga sesi yakni sesi pertama pukul 07.30-10.00 wit, sesi kedua dari pukul 10.30-12.30 wit, dan sesi ketiga pukul 14.00-16.00. Kekurangan perangkat komputer, ruangan laboratorium komputer dan mesin genset antisipasi pemadaman listrik, menjadi alasan pihak sekolah menggunakan laptop dalam pelaksanaan UNBK tersebut. Ruangan yang digunakan pun merupakan ruangan kelas yang didesain sementara untuk UNBK.

“Kita gunakan laptop supaya kalau mati lampu ujian bisa tetap berjalan, kami tidak punya genset. Jadi diharapkan listrik tidak ada masalah,” tutur dia.

Dia mengaku, kekurangan sarana prasaran telah diinformasikan ke pihak Disdik Provinsi, akan tetapi belum ditanggapi hingga saat ini.

1 Mei ujian PISA

Siswa kelas X atau kelas 1 SMA Oikumene Manokwari, akan mengikuti ujian Programme Internationale for Student Assement (PISA) yang diselenggarakan pada 1 Mei 2018.

PISA merupakan sistem ujian yang diinisasi oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 72 negara di seluruh dunia. Setiap tiga tahun, siswa berusia 15 tahun dipilih secara acak, untuk mengikuti tes dari tiga kompetensi dasar yaitu membaca, matematika dan sains. PISA mengukur apa yang diketahui siswa dan apa yang dapat dia lakukan (aplikasi) dengan pengetahuannya.

“Laptop yang dipakai sekaran ini tidak memenuhi standar ujian PISA. Ada 39 siswa yang ikut, dan SMA Oikumene wakil dari Papua Barat kalau seluruh Indonesia itu ada 102 SMA,” pungkas dia. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.