Inforial

Tak Penuhi Syarat, Empat Penumpang Garuda Ditolak Terbang

SORONG, papuabaratnews.co – Empat penumpang pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta menjadi sasaran operasi penyekatan untuk mendukung larangan mudik Lebaran di Bandara Domine Edward Osok, Kota Sorong, Kamis (6/5/2021).

Keempat penumpang itu diminta untuk membatalkan keberangkatannya oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, lantaran tidak memenuhi syarat sebagai pelaku perjalanan pada masa peniadaan mudik.

Diketahui, pelaku perjalanan pada masa peniadaan mudik harus memenuhi syarat yang ditetapkan pemerintah sebagaimana dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan bahwa selama masa larangan mudik lebaran 6-17 Mei 2021 Bandara Sorong tetap dibuka.

“Maskapai yang beroperasi hanyalah Garuda Indonesia,” kata Sasabone di Sorong seperti dilansir Antara, Kamis (6/5/2021).

Karena itu, kata Herlin, Satgas Covid-19 Kota Sorong menurunkan tim guna melakukan pengawasan di Bandara Domine Edward Osok, untuk memastikan aktivitas berjalan sesuai edaran pemerintah pusat.

Ia menjelaskan dalam pengawasan hari pertama tim Satgas Covid-19 Kota Sorong menemukan empat orang penumpang Garuda Indonesia yang tidak memenuhi syarat kelengkapan dokumen keberangkatan sesuai dengan aturan tersebut.

Keempat penumpang Garuda Indonesia tersebut didapati tidak memenuhi syarat keberangkatan saat petugas Satgas Covid-19 Kota Sorong melakukan pemeriksaan dokumen keberangkatan di terminal keberangkatan.

“Tim kami langsung  melakukan koordinasi dengan pihak Bandara DEO serta pihak Garuda Indonesia dan disepakati bahwa keempat penumpang tersebut tidak diizinkan berangkat,” ujarnya.

Dia menyampaikan, selama pemberlakuan masa larangan mudik, Satgas Covid-19 Kota Sorong juga memberlakukan surat izin keluar masuk (SIKM) bagi pelaku perjalanan sesuai kriteria sebagaimana Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Dikatakan, mengacu pada surat edaran tersebut, selama masa larangan mudik, yang diperbolehkan keluar masuk Kota Sorong adalah mereka yang hanya punya urusan penting seperti orang sakit, aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri dan pekerja BUMN yang melaksanakan tugas dan mendapatkan SIKM dari Satgas Covid-19 Kota Sorong.

“Khusus orang sakit harus dibuktikan dengan surat keterangan sakit dan pengikut atau pengantar saat melakukan perjalanan hanya diperbolehkan satu orang. Sedangkan untuk ASN, TNI dan Polri yang melakukan perjalanan selama larangan mudik harus dibuktikan dengan surat menjalankan tugas negara serta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Sorong untuk mendapatkan SIKM. Pemberlakuan surat izin keluar masuk berlaku sampai 17 Mei 202 ,” paparnya.

Tetap beroperasi

Sebelumnya, Kepala Bandara Domine Edward Osok Sorong, Cece Tarya mengatakan bahwa aktivitas Bandara Sorong selama masa larangan mudik lebaran tetap berjalan seperti biasa, hanya saja frekuensi penerbangannya menurun tidak seperti hari-hari normal.

Menurut dia, selama masa larangan mudik hanya pesawat Garuda Indonesia yang beroperasi penerbangan langsung Jakarta-Sorong. Sedangkan maskapai penerbangan lainnya tidak beroperasi.

“Penerbangan Garuda Indonesia langsung Jakarta-Sorong tersebut ada pada tanggal 6-10 dan 16-17 Mei 2021,” ujarnya di Sorong, Rabu (5/5/2021).

Ia menjelaskan bahwa sesuai edaran pemerintah pusat dan juga Gubernur Papua Barat, tim gabungan akan melakukan pengawasan pada terminal kedatangan dan keberangkatan tanggal 6-17 Mei 2021.

Tim gabungan yang melakukan pengawasan adalah kolaborasi pihak bandara dengan Satgas Covid-19 Kota Sorong, Karantina Kesehatan, TNI, dan Polri guna menyeleksi setiap orang yang datang maupun berangkat apakah sesuai dengan ketentuan sebagaimana surat edaran pemerintah pusat.

“Tugas kami tetap membuka operasional bandara, tidak tutup serta melakukan pengendalian terhadap lalu-lintas udaranya. Sedangkan dokumen penumpang sesuai edaran pemerintah adalah tanggung jawab Satgas Covid-19 Kota Sorong,” tambah dia. (ANT/PB7/RED)

 

*Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 7 Mei 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.