Inforial

Tiga Strategi Jaga Kualitas Kakao Ransiki

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Upaya pengembangan strategi ekonomi hijau untuk memacu peningkatan produktivitas dan kualitas kakao Koperasi Eiber Suth Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, akan segera dilaksanakan. Tiga strategi pengembangan komoditas Kakao Ransiki yaitu pertama, pembangunan rumah pembibitan kakao. Kedua, rehabilitasi pohon dan dahan yang telah tua dan lapuk dengan cara dipangkas sehingga tumbuh dahan baru yang lebih segar. Ketiga ,peremajaan bibit Kakao unggul asal Manokwari Selatan tetap dipertahankan.

“Tga strategi pengembangan komoditas Kakao Ransiki akan dilakukan sehingga memacu peningkatan hasil produksi Kakao,” ujar Pimpinan Pertanian dan Sistem Produksi Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau Papua dan Papua Barat Dominggus Deda saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Kamis (12/11/2020).

Deda menuturkan pengembangan pertama yang harus dilakukan yakni pembangunan rumah pembibitan kakao. Adanya rumah pembibitan kakao sangat penting sebagai sarana awal penyediaan bibit unggul siap tanam. Sehingga bibit yang ditanam subur dan sehat sehingga menghasilkan kualitas kakao yang tinggi.

“Rumah pembibitan kakao akan merangsang petani untuk cermat memantau perkembangan kualitas Kakao sebelum di tanam,” paparnya.

Ia melanjutkan proses kedua yakni rehabilitasi pohon dan dahan yang telah menua. Banyak sedikitnya hasil kakao dipengaruhi oleh tingkat perawatan pohon kakao. Dahan dan pohon yang telah menua harus dipangkas sehingga tumbuh dahan baru yang menghasilkan buah lebih banyak.

“Pohon atau dahan yang telah menua harus segera dipangkas. Supaya tumbuh dahan baru yang menghasilkan buah lebih banyak,” bebernya.

Setelah proses pembibitan dan perawatan (rehabilitasi) berjalan, langkah selanjutnya adalah peremajaan pohon kakao yang telah berumur di atas 30 tahun.

Karena selain tingkat produktivitasnya menurun, pohon kakao yang telah menua berpengaruh pada hasil kakao kering di bawah standar rasa.

“Pohon yang telah berumur di atas 30 tahun menurutnya sudah harus ditebang,” tutur dia.

Dia mengajak agar seluruh petani kakao mulai berpikir untuk melakukan proses peremajaan namun tetap menjaga kualitas varietas Kakao Ransiki.

Sebab, Kakao Ransiki tidak dapat disemaikan bersama dengan bibit kakao dari Makassar dan beberapa daerah pemasok dari luar Papua Barat. Karena mutu dan kualitas Kakao Ransiki menempati peringkat pertama atau premium.

“Kakao Ransiki kualitasnya prima jauh di atas yang lain, karena itu harus dipisahkan dari Kakao luar Ransiki,” tandasnya.

Jika tiga strategi pengembangan komoditas Kakao Ransiki di lakukan dengan baik dan cermat, maka sekalipun berdatangan bibit kakao unggul dari luar Ransiki namun kualitas Kakao Ransiki tidak terkalahkan. Kualitas inilah yang menurutnya harus dijaga dan dikembangkan oleh petani melalui Koperasi Eiber Suth Ransiki.

“Kualitas Kakao Ransiki nomor satu karena itu harus dijaga dan dipelihara sehingga hasilnya lebih maksimal,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 13 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.