Inforial

UAMBN Tingkat  MTs dan MA Tahun 2021 Ditiadakan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) untuk tingkat pendidikan MTs dan MA Tahun 2021 resmi ditiadakan. Penghapusan pelaksanaan Ujian Akhir tersebut didasarkan pada Surat Edaran Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama No B.-298/DJ.I/ PP.00/02/2021 tentang Penyelenggaraan Kelulusan dan Kenaikan Kelas Siswa madrasah.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari Faridah mengatakan, kebijakan itu seiring dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 yang sudah dikeluarkan sebelumnya. Dalam surat tersebut diatur bahwa ujian nasional dan ujian kesetaraan bukan merupakan persyaratan untuk lulus atau masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Tapi untuk Ujian Madrasah tetap ada dan dijalankan di satuan pendidikan atau Madrasah masing-masing. Tetap Insya Allah akan dilaksanakan” ujarnya ketika ditemui Papua Barat News di ruang kerjanya, Selasa (16/2/2021).

Pengaturan pelaksanaan ujian Madrasah kata dia, akan dijadwalkan kemudian untuk setiap tingkat Madrasah. Penjadwalannya disesuaikan dengan waktu penyusunan soal yang akan melibatkan guru-guru mata pelajaran dari setiap Madrasah yang ada.

“Kebetulan kami sudah terima Juknis terkait teknik penyusunan soal dan kisi-kisi dari Bidang Pendis Kanwil Agama Provinsi,” jelasnya.

Untuk memperlancar proses persiapan pelaksanaan Ujian Madrasah tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti pembagian Juknis serta kisi-kisi soal ujian kepada setiap satuan pendidikan atau Madrasah untuk dipelajari.

“Juknis yang sudah kami terima ini akan kami serahkan ke seluruh MTs dan MA di Manokwari,” ungkapnya.

Farida menuturkan, sebagai satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, Madrasah memiliki kekhasan dalam pembelajarannya. Hal tersebut juga dinyatakan dalam mata pelajaran khusus keagamaan yang tidak dipelajari di sekolah umum lainnya. Mata pelajaran tersebut dikategorikan sebagai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terdiri dari Akidah Akhlak, Al’quran Hadist, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam.

“Empat mata pelajaran ini yang akan diujikan dalam Ujian Madrasah nanti. Ditambah dengan satu mata pelajaran lainnya yaitu Bahasa Arab,” beber Faridah.

Dia mengungkapkan, langkah persiapan lanjutan adalah dengan melaksanakan kegiatan penyusunan soal bersama para guru mata pelajaran PAI yang akan diujikan. Rencananya, kegiatan akan dilakukan secara tatap muka dengan pembatasan jumlah guru sesuai protokol kesehatan.

“Kalau tidak ada halangan, Insya Allah awal Maret bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Dia  menambahkan, terkait dengan kelulusan siswa, pihaknya juga akan mengikuti petunjuk yang sudah tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pendis yang sudah diterima.

Dalam SE tersebut dijelaskan bahwa siswa madrasah dinyatakan lulus setelah memenuhi tiga syarat yakni menyelesaikan program pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Selain itu, siswa juga memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik.

“Syarat terakhir adalah mengikuti Ujian Madrasah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan atau Madrasah,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 17 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.