Inforial

Unipa-USAID Kolaborasi Dorong Mahasiswa Kawal Program Pembangunan

MANOKWARI – Universitas Papua (Unipa) bersama USAID Kolaborasi mendorong peran aktif mahasiswa untuk mengawal implementasi program pembangunan daerah otonomi khusus (Otsus) di Papua Barat.

Wakil Rektor III Unipa Dr Keliopas Krey mengatakan kegiatan Otsus Goes to Campus yang diinisiasi USAID Kolaborasi bermanfaat bagi peningkatan kapasitas mahasiswa dalam mengawal program pembangunan otsus.

“Wawasan dan kemampuan inteligensi mahasiswa akan meningkat dengan adanya kegiatan tersebut,” kata Keliopas di Manokwari, Kamis (25/5/2023).

Menurut dia program pengembangan potensi mahasiswa seperti Otsus Goes to Campus perlu diselenggarakan berkala, guna membentuk local champion atau motor penggerak kegiatan berbasis masyarakat.

Hal ini berkaitan dengan kemampuan non-akademik mahasiswa tidak diperoleh secara utuh dari kampus, sehingga langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan rekognisi mata kuliah.

Selain itu, Otsus Goes to Campus juga seirama dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah diterapkan oleh Unipa.

“Bisa dikemas dalam bentuk mata kuliah kuliah yang memiliki sistem kredit semester (SKS),” ujar Keliopas.

Ia mengapresiasi USAID Kolaborasi yang fokus melakukan peningkatan kapasitas tata kelola pemerintahan dan partisipasi masyarakat pada pembangunan daerah.

Sinergi perguruan pendidikan tinggi dengan lembaga kemitraan, memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua.

Misalnya program magang yang terintegrasi dengan kementerian/lembaga demi mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah otonomi khusus.

“Kalau programnya berjalan lima tahun, maka banyak hal yang dapat disinergikan dengan kampus,” ucap Keliopas.

Ia berpendapat bahwa mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus diberikan ruang yang luas dalam mengaktualisasikan kemampuan masing-masing.

Oleh sebabnya, Keliopas berharap lembaga kemitraan dapat melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan terutama advokasi implementasi kebijakan otsus di seluruh Tanah Papua.

“Kami selalu buka ruang sinergi dengan lembaga di luar kampus supaya mahasiswa kami bisa dilibatkan,” kata Keliopas.

Chief of Party USAID Kolaborasi Caroline Tupamahu, menuturkan ada fokus program USAID Kolaborasi yaitu penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah dan masyarakat termasuk mahasiswa.

Dengan demikian, kapabilitas mahasiswa harus ditingkatkan melalui keterlibatan dalam pelaksanaan sosialisasi dan edukasi seperti Otsus Goes to Campus Unipa.

Kegiatan itu merupakan rangkaian dari program Sustainable Development Goals (SDGs) Center Universitas atau pusat pembangunan berkelanjutan, dan magang yang terintegrasi dengan kementerian/lembaga.

“Supaya mahasiswa tahu bagaimana mereka terlibat dalam pembangunan,” kata Caroline.

Ke depannya, kata dia, mahasiswa dituntut memiliki peran dalam menyusun rencana program pembangunan daerah dalam bingkai otsus, yang kemudian diserahkan ke pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan.

Peran aktif mahasiswa merancang program tentunya memerlukan bantuan para dosen dari masing-masing fakultas yang ada di Unipa.

“Kami nantinya mengevaluasi program yang sudah kami selenggarakan,” ujar Caroline. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.