Inforial

Warga Gugat BKSDA dan Pemilik Penangkaran Buaya 10 Milyar

SORONG, papuabaratnews.co – Masih seputar keberadaan penangkaran buaya dan kasus pembantaian buaya di Kelurahan Klamalu, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong.

Keresahaan warga dan ketakutan akibat masih ada buaya yang berkeliaran di seputaran pemukiman warga SP 1 dan SP 2, Kabupaten Sorong memotori terbentuknya tim kerja warga SP I dan SP II  yang mengawal gugatan hukum perdata tuntutan ganti rugi sebesar Rp10 milyar kepada BKSDA Papua Barat dan pemilik penangkaran buaya CV Mitra Lestari Abadi (MLA).

Tim kerja yang diketuai Soleman Suu melalui kuasa hukumnya, Markus Souisa telah mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Sorong, Kamis (2/8).

Di dalam gugatan Perbuatan Melawan Hukum itu, tim kerja menuntut ganti rugi materiil dan inmateriil sebesar 10 miliar kepada Pemerintah Republik Indonesia cq Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan cq Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Papua Barat dan pimpinan CV Mitra Lestari Abadi.

Ketua tim kerja, Soleman Suu, Jumat (3/8), mengatakan menggugat tempat penangkaran yang dibuat CV MLA tidak memenuhi syarat.

“Kandang penangkaran buaya yang dibuat CV MLA tidak memenuhi syarat. Hingga saat ini walaupun sudah banyak buaya yang dibantai, masih saja ada buaya yang masuk ke pemukiman warga,” kata Soleman Suu.

Ia mengungkapkan sekalipun BKSDA dan pihak pemilik mengklaim penangkaran yang dibuat sudah memiliki standar, tapi buktinya masih menelan korban dan sampai saat ini masih ada yang berkeliaran dan membuat resah warga.

Soleman Suu menegaskan paham jika buaya dilindungi tetapi yang dilakukan warga membunuh buaya di penangkaran tersebut karena ketakutan setelah adanya korban.

“Warga baru tahu ada penangkaran di seputaran jalan Bandara SP 1 ini setelah adanya korban yang di makan buaya. Selama ini pihak pemilik penangkaran tidak pernah melapor ke RT atau RK setempat sehingga warga tahu disitu ada pengkaran,” kata Soleman.

Dia menegaskan tim yang terbentuk akan mengawal sampai usai hingga pihak terkait terutama pemilik penangkaran mengganti rugi Rp10 milyar kepada warga. (PB7)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.