Lintas Papua

297 Narapidana di Papua Barat Terima Remisi Idul Fitri, 1 Orang Langsung Bebas

MANOKWARI – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat menyebut sebanyak 297 warga binaan yang berstatus narapidana menerima remisi atau pengurangan masa tahanan khusus Idul Fitri 1444 Hijriah.

Plh Kepala Kemenkumham Papua Barat Piet Bukorsyom mengatakan narapidana yang menerima remisi khusus I atau masih menjalani sisa masa tahanan ada 296 orang dan remisi khusus II (langsung bebas) hanya satu orang.

“297 dari 349 narapidana beragama Islam telah menerima remisi khusus Idul Fitri 2023,” kata Bukorsyom kepada awak media di Manokwari, Sabtu (22/4/2023).

Ia menjelaskan remisi khusus I terdiri dari remisi dua bulan ada sembilan orang, remisi satu bulan 15 hari ada 30 orang, remisi satu bulan ada 200 orang, dan remisi 15 hari ada 55 orang.

Warga binaan tindak pidana umum dan khusus yang menerima remisi khusus telah memenuhi syarat administratif maupun subtantif.

“Kemudian remisi khusus II hanya satu warga binaan yang terima. Itu berasal dari Lapas Sorong,” ujar Bukorsyom.

Ia menuturkan penerima remisi khusus Idul Fitri tersebar pada lima unit pelaksana teknis lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan satu rumah tahanan (Rutan) di wilayah kerja Kemenkumham Papua Barat.

Meliputi Lapas Kelas IB Sorong 140 narapidana, Lapas Kelas IIB Manokwari 64 narapidana, Lapas Kelas III Fakfak 49 narapidana, dan Rutan Kelas IIB Teluk Bintuni 19 narapidana.

Kemudian Lapas Kelas III Kaimana 17 narapidana, Lapas Kelas III Teminabuan Sorong Selatan 6 narapidana, dan Lapas Perempuan Kelas III Manokwari 2 narapidana.

“Narapidana penerima remisi Idul Fitri berasal dari lima lapas dan satu rutan,” ucap dia.

Pemberian remisi, kata dia, merupakan wujud nyata sikap negara kepada warga binaan yang senantiasa berupaya memperbaiki diri.

Remisi tersebut diharapkan dapat memotivasi seluruh warga binaan agar tidak mengulangi tindakan yang melanggar ketentuan hukum.

“Mempercepat proses reintegrasi sosial supaya bisa diterima kembali di tengah masyarakat,” ucap Bukorsyom.

Ia menuturkan jumlah total warga binaan pada UPT wilayah kerja Kemenkumham Papua Barat sebanyak 1.199 orang. Terdiri dari narapidana ada 998 orang dan tahanan 201 orang. (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.