Lintas Papua

40.282 Hektar Hutan Masyarakat Adat Sorong Selatan Terlindungi

SORONG — Masyarakat empat subsuku di Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, memperoleh pengakuan hak pengelolaan hutan di wilayah adat mereka seluas 40,282 hektar. Hal ini terwujud setelah Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan mengeluarkan surat keputusan bupati bagi empat subsuku ini pada Kamis (6/6/2024).

Sekretaris Daerah Sorong Selatan Dance Nauw mewakili Bupati Samsudin Anggiluli menyerahkan surat keputusan pengakuan surat keputusan (SK) bagi perwakilan empat subsuku di Teminabuan, ibu kota Sorong Selatan, pada Kamis sore. SK ini tentang Pengakuan, Perlindungan, dan Penghormatan Masyarakat Hukum Adat dan Wilayah Adat

Dance mengatakan, masyarakat hukum adat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelestarian alam dan budaya lokal. Merekalah penjaga hutan, sungai, dan lingkungan yang selama ini menjadi sumber kehidupan. ”Pengakuan ini adalah bentuk penghormatan atas segala usaha dan kearifan lokal yang telah dijaga dan dilestarikan secara turun temurun,” kata Dance.

Adapun empat subsuku yang mendapatkan pengakuan pengelolaan hutan di wilayah adat miliknya meliputi subsuku Gemna, subsuku Nakna, subsuku Yaben dan subsuku Afsya.

Subsuku Gemna dengan pengelolaan hutan di wilayah adat seluas 4,960,8 hektar subsuku Nakna 4.674,5 hektar, subsuku Yaben 27,339,4 hektar dan subsuku Afsya 3,307,7 hektar.

Dia menambahkan, pengakuan ini menunjukkan bagi masyarakat dan pemerintah pusat komitmen Pemda Sorsel melindungi lingkungan serta memastikan martabat dan kesejahteraan masyarakat adat. Ia pun berharap semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat dalam mengelola wilayah adat semakin terjalin dengan lebih kuat.

”Saya berharap agar pemerintah dan para mitra pembangunan, tetap semangat dan konsisten menguatkan masyarakat adat di Kabupaten Sorong Selatan. Upaya ini demi mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang lestari di kabupaten ini tambah Dance.

Nikolas Mondar, perwakilan dari masyarakat subsuku Nakna mengaku, sangat bersyukur dengan adanya SK bupati yang mengakui pengelolaan hutan oleh masyarakat adat di Konda. Ia menyampaikan apresiasi bagi Pemkab Sorong Selatan.

”Kami juga berterima kasih kepada lembaga Konservasi Indonesia. Berkat upaya pendampingan Konservasi Indonesia sehingga kami bisa mengetahui potensi-potensi hutan di wilayah adat,” kata Nikolas.

Meilin Sawen mendayung perahu semang menyusuri Kali Klaogin di Distrik atau Kecamatan Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Sabtu (29/7/2023).

Pendampingan masyarakat

Conservation Planning Manager Konservasi Indonesia (KI), Adi Mahardika, yang mendampingi langsung masyarakat Konda, menuturkan proses pendampingan untuk mendapatkan hak atas pengelolaan hutan dimulai dengan menggelar diskusi-diskusi sejak tiga tahun lalu. Dia memaparkan, pembahasan mulai dari balai kampung, dapur rumah tokoh masyarakat, hingga gereja.

Selain itu, lanjut Adi, film-film bertemakan konservasi pun ditonton bersama masyarakat untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Akhirnya pada awal 2022, masyarakat bersepakat untuk memperjuangkan hak mereka atas hutannya melalui jalur resmi yang ada.

”Pada 10 Mei 2022, kami mendampingi masyarakat Konda menyampaikan keinginan mereka akan hak pengelolaan hutan secara mandiri dan lestari ke hadapan bupati Sorong Selatan dan pemangku kepentingan lainnya. Mereka juga melakukan sumpah adat di hadapan leluhur bahwa akan melestarikan alam untuk anak dan cucu,” tutur Adi.

Papua Program Director Konservasi Indonesia (KI), Roberth Mandosir, menuturkan, pemetaan hutan wilayah adat tidak hanya untuk pengakuan, perlindungan, dan penghormatan. Akan tetapi, upaya ini juga bermanfaat besar untuk generasi selanjutnya dari setiap subsuku di Konda.

”Kami mengajak masyarakat Distrik Konda memetakan kawasan hutan yang sudah menjadi sumber penghidupan mereka secara turun-temurun. Pemetaan partisipatif tidak hanya membantu masyarakat mengetahui batas dan lokasi wilayah adat, tetapi juga mendorong generasi muda menjaga hutan,” tuturnya. (kom/sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.