Lintas Papua

400 Pelaku UMKM Kaimana Mendapat Pelatihan Kewirausahaan

KAIMANA – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaimana menggelar pelatihan kewirausahaan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gedung Pertemuan Krooy, Kaimana, Selasa (29/11/2022). Kegiatan ini diikuti sebanyak 400 pelaku UMKM, yang berasal dari wirausaha baru dan intrepreneur muda Kaimana.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaimana, Agustinus Janoma, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat dengan mengikuti pelatihan untuk menjadi wirausaha baru.

Para peserta yang ikut rata-rata merupakan pelaku usaha pemula tersebut masih memiliki berbagai kendala. Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan tersebut, para pelaku UMKM bisa menghadapi segala tantangan dalam menjalankan usahanya.

“Hampir 70 persen masyarakat Kaimana bergerak pada usaha kecil dan menegah. Kami berharap pelatihan ini bisa melahirkan pengusaha lokal yang mampu mengembangkan usahanya sehingga bisa bersaing dengan pengusaha lain,” kata Agustinus Janoma.

Asisten I Setda Kabupaten Kaimana, Luther Rumpombo, berharap pelatihan ini memberikan pemahaman kepada para pelaku UMKM tentang kewirausahaan, agar ke depan mereka memanfaatkan dan meningkatkan usahanya.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, setiap pelaku usaha bisa lebih berperan aktif dalam berinovatif dan membangkitkan semangat berwirausaha,“ ucapnya.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindakop dan UMKM Kabupaten Kaimana, Anita Ema Brewar mengatakan, pada tahun ini pihaknya menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,4 milyar untuk membantu pelaku UMKM di Kabupaten Kaimana.

“Kami masih menunggu SK Bupati Kaimana untuk penyalurannya. Estimasi waktu penyaluran antara 5 – 21 Desember 2022, dengan cara ditransfer langsung ke rekening masing-masing pelaku usaha. Total jumlah penerima sebanyak 618 pelaku usaha,“ jelasnya.

Adapun rincian bantuan anggaran bagi pelaku UMKM sebagai berikut Rp2,5 juta bagi 388 penjual sayur dan penjual BBM, Rp5 juta bagi 194 penjual sembako, Rp10 juta diperuntukan bagi 26 sanggar dan kategori OAP khususnya pembuatan bata, dan Rp20 juta diperuntukan bagi 10 OAP dan non OAP yang bergerak di bidang fotografer.

Anita berharap pelaku usaha yang menerima bantuan itu bisa memanfaatkan peluang dengan baik, sehingga bisa naik kelas. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.