43 Warga Beoga Telah Dievakuasi ke Mimika

JAYAPURA, papuabaratnews.co – Jumlah warga yang dievakuasi sementara dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, ke Kabupaten Mimika, Papua, telah mencapai 43 orang pada Kamis 15 April 2021 siang. Warga yang diungsikan adalah para guru dan tenaga kesehatan beserta kerabatnya.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri, saat ditemui di Markas Polda Papua, Jayapura, Kamis sore, membenarkan adanya evakuasi 43 warga Beoga ke Timika, ibu kota Mimika. Ia mengatakan, situasi di Beoga sudah berangsur kondusif.

Tim Tindak Satgas Nemangkawi dari Polri dan TNI telah tiba di Beoga pada Rabu dan Kamis ini. Selain untuk pengamanan, tim ini juga membawa sejumlah barang kebutuhan pokok, seperti beras dan mi instan. Distribusi barang kebutuhan pokok ke Beoga itu dilakukan menggunakan helikopter.

”Tim ini telah mengamankan Lapangan Terbang Beoga agar aktivitas penerbangan kembali berjalan normal dan distribusi sembako tidak terganggu aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB),” tutur Mathius.

Ia menegaskan, tim di Beoga tidak hanya mengamankan Beoga dari serangan KKB. Namun, tim ini juga akan mengejar para pelaku dan melaksanakan olah tempat kejadian perkara di sejumlah lokasi serangan KKB.

”Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua akan melaksanakan olah TKP di lokasi pembunuhan dua guru dan pembakaran sekolah serta rumah guru,” katanya.

Ia menambahkan, Tim Satgas Nemangkawi juga telah menutup akses masuk kelompok yang terlibat aksi teror Beoga ke wilayah Intan Jaya. Upaya ini untuk mempersempit ruang gerak kelompok tersebut.

”Saya juga telah menginstruksikan aparat kepolisian di Ilaga, ibu kota Puncak, agar bersiaga untuk mengantisipasi masuknya KKB dari Beoga,” kata Mathius.

KKB menebar aksi teror di Kabupaten Puncak dalam dua pekan terakhir. Kelompok ini menembak mati dua guru, yakni Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden. Oktovianus adalah guru di SD Jambul, sedangkan Yonatan adalah guru di SMP Negeri 1 Beoga.

Oktovianus ditembak pada Kamis (8/4) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Sementara Yonatan ditembak pada Jumat (9/4) di ibu kota Distrik Beoga. KKB juga membakar beberapa unit rumah guru dan sejumlah ruangan di tiga sekolah, yakni SD Jambul, SMP Negeri 1 Beoga, dan SMA Negeri 1 Beoga.

KKB juga menembak mati seorang pengojek sepeda motor bernama Udin seusai mengantar penumpang di Kampung Eromaga pada Rabu 14 April 2021.

Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan aksi penembakan terhadap warga sipil yang masih terjadi di Kabupaten Puncak. Ia mengaku terkejut dan merasa heran dengan aksi kelompok tersebut.

”Kami menyerahkan upaya penanganan gangguan keamanan kepada aparat kepolisian dan TNI. Tugas kami untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak agar situasi di Puncak bisa kondusif,” tuturnya.

Willem pun menyatakan, negara tidak boleh kalah dalam menghadapi masalah ini. Semua pihak harus bersinergi agar situasi keamanan di Puncak kembali normal.

Ia berharap aksi penembakan terhadap guru tidak terulang lagi. Sebab, jumlah guru di Puncak sangat terbatas dan berperan besar untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia di kabupaten tersebut.

”Kami mendukung upaya aparat untuk mengamankan sementara warga dari Beoga ke Timika agar bisa mendapatkan pemulihan trauma. Setelah situasi di Beoga kondusif, kami akan kembali membawa mereka ke sana,” kata Willem. (KOM)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 16 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: