Lintas Papua

BP Jamsostek Catat Realisasi Klaim Capai Rp16,843 Miliar

MANOKWARI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Manokwari mencatat, realisasi pembayaran klaim mencapai Rp16,843,425,960.

“Dari Januari sampai akhir Mei 2022, total peserta yang mengajukan klaim sebanyak 1.367 orang,” ucap Kepala BP Jamsostek Manokwari Carolus Sigalingging, saat dikonfirmasi pada Senin siang (30/5/2022).

Ia menjelaskan, pembayaran klaim meliputi empat program jaminan sosial. Yaitu, klaim jaminan hari tua (JHT) sebesar

Rp16,845,470,170, klaim jaminan kematian (JK) Rp2,598,000,000, klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp172,460,800 dan jaminan pensiun (JP) sebanyak Rp80,833,220.

“Peserta yang mengajukan klaim JHT ada 1.372 orang, klaim JK 62 orang, klaim JKK ada 1 orang dan klaim JP ada 23 peserta,” jelas Carolus.

Ia menambahkan, jumlah peserta yang telah terdaftar sebagai peserta formal dan informal tersebar di lima wilayah kerja yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan Pegunungan Arfak.

Hingga kini, peserta formal tercatat sebanyak 38.730 orang dan informal 31.071 orang.

“Peserta informal sebagian besar yang menerima bantuan tangan kasih,” ucap Carolus.

Ia berharap, seluruh badan usaha skala besar maupun kecil dapat mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program jaminan sosial. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kepatuhan pemberi kerja dalam menyelesaikan iuran dari setiap program jaminan tersebut.

“Kalau pekerjanya belum terdaftar ya tolong untuk didaftarkan,” ujarnya.

Untuk peserta informal seperti tukang ojek, petani dan nelayan juga diharapkan dapat mendaftarkan diri dalam program jaminan sosial. Iuran yang dapat dibayar peserta informal dari satu program hanya Rp16,800 setiap bulan.

“Masih banyak masyarakat pekerja informal yang perlu dilindungi oleh dua program yaitu JKK dan JK,” tuturnya.

Menurut Carolus, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran supaya pekerja informal orang asli Papua yang kurang mampu, dapat dilindungi oleh program jaminan sosial.

“Harapan kami kalau dibayarkan pemerintah daerah, mereka (pekerja informal asli Papua, red) sudah tercover,” pungkas Carolus. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.