Cabuli Anak Kandung dan Lakukan Kekerasan pada Istri, Pria Pengangguran Dibekuk Polisi

MANOKWARI – Polisi membekuk seorang pria pengangguran yang diduga kuat memperkosa putri kandungnya sejak tahun 2018, dan sering melakukan kekerasan pada istrinya.

Dugaan perkosaan terhadap remaja yang kini berusia 13 tahun itu, dilakukan oleh ayah berinisial ART tersebut sejak tahun 2018.

Kapolres Manokwari, AKBP Parasian H. Gultom menuturkan Polres Manokwari menerima satu laporan atas pelaku ART dengan dua kasus berbeda yakni kekerasan pada istri (KDRT) dan pencabulan serta persetubuhan anak di bawah umur.

Setelah menerima laporan tersebut, Polres Manokwari langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi yakni kedua korban dan juga keluarga.

“Pelaku ART, dibekuk anggota Polres Manokwari di Bandara Rendani setelah kembali dari Makassar,” ujarnya di Manokwari, Senin (1/8).

Gultom menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan korban pertama (istri pelaku) sudah mengalami kekerasan dalam rumah tangga baik perihal rumah tangga maupun masalah ranjang sejak tahun 2006 hingga 2022. Korban yang juga istri pelaku mengalami pemukulan, penyiksaan, pelemparan dengan pisau, hingga ancaman pembunuhan.

“Sesuai pengakuan korban, korban ketakutan membuat laporan polisi karena diancam oleh pelaku,” jelasnya.

Kemudian korban kedua yang mana anak kandung pelaku mendapat perlakuan bejat dari sang ayah (pencabulan) pertama pada usia 13 tahun dan juga disetubuhi pada usia remaja.

“Penuturan korban kedua (anak kandung pelaku), pelaku melakukan pengancaman  akan disiksa hingga dibunuh jika memberitahu kepada orang lain. Sehingga korban tutup mulut,” terang Kapolres.

Gultom menuturkan pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap anak kandungnya sendiri, untuk pencabulan dilakukan lebih dari satu kali dan persetubuhan satu kali.

“Pelaku tidak dipengaruhi minuman keras saat melakukan aksi kepada anak kandungnya, namun untuk KDRT kebanyakan dipengaruhi minuman keras,” tuturnya.

Ia mengungkapkan pelaku telah mengakui semua aksi bejatnya terhadap istri dan anak kandungnya kepada para penyidik Polres Manokwari.

Kini tersangka berinisial ART dijerat dengan pasal 76D dan atau 76 E, Jo pasal 81 dan atau pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 bermain dengan perlindungan anak.

Tak hanya itu, pelaku juga dijerat dengan pasal 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Dari pasal-pasal ini, pelaku akan menjalani hukuman penjara di atas lima tahun. “Pasalnya tidak kita lapis karena perbuatannya tehadap korban yang berbeda-beda,” jelas Gultom.

Ia berujar, pelaku ART akan menjalani dua kasus yakni KDRT dan pencabulan terhadap anaknya sendiri.

“Barang bukti pencabulan sudah kami kumpulkan berupa satu buah karpet, satu pasang pakaian sekolah, pakaian dalam, handuk, kartu keluarga, akta kelahiran korban. Barang bukti untuk KDRT berupa senjata tajam untuk mengancam,” katanya. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: