Lintas Papua

Cerita Guru SD YPK Koy Bertatih-tatih Persiapkan Siswa Ikut ANBK

KAIMANA – Sebanyak 15 siswa kelas V SD YPK Koy berjuang untuk  berhasil mengikuti program Assesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Kampung Sunua, Distrik Kambrauw, Kabupaten Kaimana.

Mereka tidak hanya menghadapi medan yang jauh dan berat, tetapi juga di tengah keterbatasan fasilitas atau prasarana yang mendukung terlaksananya ANBK, seperti komputer, jaringan internet, dan aliran listrik.

Kepala SD YPK Koy, Oktavina Ida Sikora, menuturkan, pelaksanaan ANBK Tahun 2022 yang dilakukan serentak di Sekolah Dasar (SD) seluruh kota di Indonesia tersebut bertujuan untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dan mengukur kompetensi literasi serta numerasi siswa.

Dia mengaku, harus tertatih-tatih mempersiapkan siswa-siswinya untuk mengikuti ANBK. Pasalnya, SD YPK Koy termasuk dalam kategori status menumpang dalam pelaksanaan asesmen nasional itu.

“Selama dua hari kami mengikuti ANBK di SMP Negeri 1 Kambrauw, karena kami tidak memiliki fasilitas atau prasarana pendukung seperti komputer dan jaringan internet. Kami pun harus meninggalkan sekolah dan mendampingi mereka ke SMP Negeri 1 Kambrauw di Kampung Sunua,” jelasnya.

Kendati demikian, Oktavina mengaku para siswa senang mengikuti ANBK 2022. “Kami hanya berharap siswa-siswi ini bisa lolos dalam tahapan ini,” ujarnya.

Guru Pendamping, Yosep Moyani, mengatakan, pihaknya terpaksa harus memutar otak untuk mencari solusi agar 15 siswa itu bisa lolos dalam asesmen nasional itu.

“Persoalan bukan hanya keterbatasan akses, fasilitas atau prasarana penunjang serta kondisi di daerah pedalaman yang minim daya dukung lainnya. Namun juga bagaimana mempersiapkan siswa-siswi untuk bisa menggunakan komputer dan selanjutnya bisa menyelesaikan ANBK itu,” ungkap dia.

Karena keterbatasan itu, lanjut Yosep, beberapa hari sebelum pelaksanaan asesmen, dia dan kepala sekolah sudah mengantar siswa-siswinya ke Kampung Sunua dengan longboat.

“Puji Tuhan, hari ini sudah selesai pelaksanan asesmen, walaupun kami belum tahu hasil asesmennya seperti apa,” ujarnya.

Ia hanya berharap, pemerintah segera membangun jaringan internet yang baik, penerangan listrik PLN memadai dan dukungan fasilitas lain seperti komputer dan perangkat lainnya memadai sehingga pelaksanaan ANBK ke depan lebih baik lagi.

“Andai saja, fasilitas dan prasarana penunjang tercukupi maka kami tidak perlu harus berlayar menempuh jarak cukup jauh hingga Kampung Sunua untuk mengikuti ANBK,” kata Yosep. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.