Lintas Papua

Dinas Pendidikan Papua Barat Tepis Isu Biaya Pendidikan Mahal

MANOKWARI – Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba membantah isu beredarnya pemberitaan yang menyoroti biaya pendidikan mahal di Kota Sorong. Dalam berita yang telah termuat dengan sumber berasal dari LSM yang menyatakan bahwa biaya pendaftaran masuk sekolah di Kota Sorong berkisar Rp7 juta hingga Rp10 juta.

“Sesuai realita, berdasarkan laporan biaya masuk sekolah tidak melampaui Rp5 juta,” ujar Barnabas di Manokwari, Senin (15/8/2022).

Ia menjelaskan fakta di lapangan tidak sesuai dengan apa yang LSM tersebut beritakan yang mana biaya masuk SMA sebesar Rp7,5 juta untuk sekolah negeri dan Rp10 juta untuk sekolah swasta.

“Sekolah -sekolah unggulan saat penerimaan siswa baru kemarin, tidak benar adanya. Jadi saya menganggap apa yang disampaikan oleh LSM itu mengada-ada saja,” jelasnya.

Dowansiba mencontohkan biaya masuk untuk SMK Negeri 3 Kota Sorong sebesar Rp3,5 juta bahkan SMK Negeri 1 Kota Sorong sebesar Rp2,75 juta. Biaya tersebut dipergunakan untuk pembuatan seragam sekolah dan perlengkapan yang lain.

“SMA yang termasuk favorit di Kota Sorong yakni SMA Negeri 3 Rp3,8 juta, SMAN 1 Kota Sorong sebesar Rp3,5 juta, dan SMAN 2 Rp3,8 juta,” ucap Kadis Pendidikan merincikan.

Ia menuturkan sesuai dengan kebutuhan sekolah untuk siswa baru berkisar Rp1,5 juta hingga Rp4 juta. Jika melebihi dari Rp5 juta sekolah tersebut patut dipertanyakan. Dirinya juga mempertanyakan asal sumber yang digunakan sebagai acuan berkomentar di media oleh salah satu LSM tersebut.

“Yang jadi pertanyaan saya, data yang diambil ini dari mana. Sementara sekolah-sekolah favorit saja tidak seperti itu,” katanya.

Menindak lanjuti informasi beredar mahalnya biaya masuk sekolah, pihaknya telah memberikan intruksi untuk melaporkan secara lengkap dan akan mempublikasikan secara jelas dengan data dan fakta sebenarnya. Kemudian ia akan melaporkan ke Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn) Paulus Waterpauw.

“Saya sudah perintahkan pengawas sekolah ambil data untuk saya umumkan fakta yang sebenarnya. Nanti ada perbandingan dan saya laporkan kepada bapak Gubernur Papua Barat,” pungkasnya. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.