Lintas Papua

Dinkes Kaimana Hentikan Penjualan Obat Sirop

KAIMANA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana menginstruksikan penghentian pemberian resep dan penjualan obat cair atau sirop ke seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) seperti apotek dan toko obat di daerah itu.

Penghentian penjualan obat sirup ini sebagai tindak lanjut setelah terus bertambahnya kasus gagal ginjal akut pada anak di beberapa daerah di Indonesia.

“Kami sudah menginstruksikan ke semua petugas kesehatan untuk tidak memberikan resep obat sirop. Juga kepada seluruh fasilitas Kesehatan dan apotek di Kaimana untuk menghentikan sementara penjualan obat sirop. Dalam arti, tidak lebih dulu memberikan obat berbentuk sirop untuk sementara waktu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana Arifin Sirfefa, Kamis (27/10/2022).

Arifin menjelaskan, kebijakan penghentian penjualan obat sirop itu mengacu pada surat Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Nomor SR.01.05/III/3461/2022, tanggal 18 Oktober 2022, terkait larangan penjualan obat sirop karena ditemukan senyawa atilen glikol yang mengakibatkan gangguan ginjal akut pada anak.

“Saat ini kami menarik sementara peredaran obat cair pada semua fasilitas kesehatan di Kaimana, baik RSUD, Pustu dan juga apotek,” ujarnya.

Dikatakan, Dinas Kesehatan hanya mengamankan peredaran obat sirop. Sementara soal penarikan dan pemusnahan obat sirop itu menunggu petunjuk dari Kementarian Kesehatan dan BPOM.

“Kami sebatas mengambil langkah antisipasi, sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” jelasnya. “Prisipnya kita hendak melindungi Kesehatan anak-anak kita,”

Arifin menuturkan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kasus gagal ginjal akut pada anak di Kaimana. Namun seluruh fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit sudah menyiapkan tata laksana penanganan jika nantinya ditemukan kasus tersebut.

“Kasusnya sampai saat ini tidak ada, kami belum menerima laporan gagal ginjal akut pada anak. Tapi pastinya, alur penanganan dan kewaspadaan sudah disiapkan, apabila kasus yang mengarah ke gagal ginjal akut ditemukan,” jelasnya.

Ia meminta orang tua untuk lebih waspada terutama yang memiliki anak usia kurang dari enam tahun, dengan gejala penurunan frekuensi urin disertai demam untuk segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Orang tua untuk sementara waktu tidak memberikan obat-obatan yang didapatkan secara bebas tanpa anjuran tenaga kesehatan yang kompeten,” jelasnya. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.