Hasil Ops Mansinam, Kecelakaan Lalu Lintas di Papua Barat Naik 60,10 Persen

MANOKWARI – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Papua Barat mencatat, kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama Operasi Mansinam 2022 sebanyak 15 kasus. Apabila dibandingkan tahun 2020, terjadi kenaikan 60,10%.

Operasi keselamatan ini diselenggarakan sejak 1 sampai 14 Maret 2022 di seluruh Polres jajaran di wilayah setempat. “Tahun 2021 ada 8 kasus kecelakaan lalu lintas,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat melalui Kabag Bina Operasional, AKP Muhammad Sain, saat menggelar konferensi pers di Markas Polda Papua Barat, Rabu (16/3/2022).

Ia melanjutkan, korban kecelakaan yang meninggal dunia ada 5 orang. Mengalami peningkatan 65,45% jika dibandingkan tahun 2021 yang hanya 3 kasus. Kemudian, korban luka berat hanya 2 kasus atau terjadi penurunan 50% dibanding tahun 2021 yakni 4 kasus. Korban luka ringan 12 kasus atau naik 74,23% dibanding tahun 2021 yaitu 5 kasus. “Kerugian material tercatat sebesar Rp34.450.000 lebih rendah dari tahun 2021 yang mencapai Rp 45.800.000,” jelas Sain.

Ia menuturkan, kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan jumlah tilang selama 14 hari operasi sebanyak 63 kasus atau naik 100% dibanding tahun 2021 lalu.

Sedangkan jumlah teguran justru turun 34,87%. Yaitu dari 1.179 teguran pada tahun 2021 menjadi 1.048 teguran pada tahun 2022. “Manokwari dan Kota Sorong paling tinggi. Pelanggaran didominasi pelanggaran helm,” ujar Sain.

“Ada juga kendaraan yang putar balik ketika ada operasi. Jumlahnya 423 kendaraan. Naik 100% dari tahun lalu,” ucap dia menambahkan.

Selama 14 hari operasi, kata dia, petugas kepolisian juga intens melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kegiatannya meliputi, penyuluhan sebanyak 705 kegiatan atau naik 100% dari tahun 2021, dan kegiatan penyebaran brosur tertib berlalu lintas sebanyak 4.589 brosur. “Masing-masing kegiatan Dikmas ini naik 100% dari operasi tahun lalu,” ujarnya.

Ia menerangkan, petugas tak hanya fokus terhadap pelanggaran lalu lintas. Selama masa pandemi, penegakkan aturan protokol kesehatan (Prokes) bagi setiap pengendara kendaraan dilakukan sebanyak 1.418 kali. Sedangkan vaksinasi massal diselenggarakan 492 kali. “Ini upaya untuk mendukung pemerintah daerah mencapai target 70% vaksinasi,” tutur Sain.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan, keselamatan berlalu lintas merupakan hal yang terpenting. Untuk pengendara motor, wajib mengenakan helm demi keselamatan. Sedangkan pengendara mobil harus mematuhi pemakaian sabuk pengaman atau safety belt. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: