Lintas Papua

HUT Paroki Santo Agustinus Manokwari, Uskup Datus Lega: Momen Mengenang Sejarah Keperintisan

MANOKWARI – Perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-85 Paroki Santo Agustinus Manokwari, Senin (29/8/2022) sore, berlangsung meriah. Acara diawali dengan perayaan ekaristi syukur yang dipimpin Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega dengan konselebran Pastor Paroki Santo Agustinus Manokwari, RD Januarius Vaenbes dan para imam sedekanat Manokwari.

Acara dilanjutkan dengan resepsi di halaman gereja, yang dihadiri Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi Pembangunan Untung Niko Tike, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema, Komandan Kodim 1801/Manokwari Letkol Inf Rachmat Christanto, Sekda Manokwari Hendri Sembiring, serta ribuan umat Katolik Paroki Santo Agustinus Manokwari.

Uskup Datus Lega dalam sambutannya mengatakan, perayaan syukur HUT ke-85 Paroki Santo Agustinus Manokwari adalah momen mengenang sejarah keperintisan masa lalu.

“Bagi saya Paroki Santo Agustinus Manokwari di Keuskupan Manokwari-Sorong merupakan sebuah anamnese yang secara harafiah berarti kehadiran kembali. Bukan hanya menghadirkan kembali sejarah masa lalu, melainkan juga bernilai aktual,” kata Datus Lega.

Jika merunut sejarah, sambung Uskup, maka Paroki Santo Agustinus adalah ibu dari empat paroki di wilayah tim pastoral (Dekenat) Manokwari. Keempat paroki itu yaitu Paroki Imanuel Sanggeng, Paroki Sang Gembala Baik SP 8, Paroki Santo Christophorus Prafi SP 4, dan Paroki Santo Thomas Aquinas Amban.

Sebelum pusat dan staf Keuskupan dipindahkan ke Sorong, pada 1 Mei 1975. Keuskupan Manokwari menjadi Keuskupan Manokwari-Sorong dan Gereja Katedral Santo Agustinus Manokwari menjadi Gereja Ko-Katedral. Sewaktu uskup menetap di Manokwari, semua kegiatan Keuskupan terpusat di  Paroki Santo Agustinus.

“Semua itu tak lain adalah jasa para misionaris dari Eropa (Belanda) yang membawa benih iman Katolik di Manokwari, dan terus mekar hingga sekarang,” tambah dia.

Paroki Santo Agustinus Manokwari ibarat rahim seorang ibu yang sudah melahirkan kehidupan iman Katolik di Manokwari dan daerah-daerah sekitarnya.

“Dalam semangat iman dan persaudaraan, kita menegaskan dan memastikan bahwa di tangan kita para penerus generasi sekarang Paroki Santo Agustinus Manokwari akan terus bertumbuh dan berkembang. Semarak kegiatan yang menandai hari ulang tahun ke-85 paroki ini kiranya menambah energi positif kita untuk semakin bersekutu, terlibat, dan bermisi dalam keluarga, lingkungan paroki, dan warga masyarakat,” kata Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Ekonomi Pembangunan, Untung Niko Tike.

Sekda Manokwari, Henri Sembiring, mengungkapkan rasa syukur karena sejak lahirnya Paroki Santo Agustinus Manokwari, telah mewarnai kehidupan masyarakat di Papua Barat, khususnya bertumbuhnya iman kekristenan di Manokwari.

“Kita harus bangga karena dari Paroki Santo Agustinus terus bertumbuh dan mekar benih-benih iman ke penjuru paroki-paroki. Paroki Agustinus ibarat seorang ibu yang terus memberi kehidupan iman kepada anak-anaknya,” kata Henri Sembiring.

Sejumlah umat menarikan tarian adat pada acara perayaan HUT ke-85 Paroki Santo Agustinus Manokwari, Senin (29/8/2022). Pendam Kasuari.

Perayaan syukur HUT ke-85 Paroki Santo Agustinus ini, dibingkai dalam tema “Menuju Gereja Sinodal: Persekutuan, Partisipasi dan Misi”. Tema ini diambil dari tema Sinode Para Uskup se-Dunia yang dibuka Paus Fransiskus di Roma pada 10 Oktober 2021 dan akan berpuncak pada Oktober 2023.

“Tema ini juga menjadi cita-cita bersama umat Paroki Santo Agustnius Manokwari. Mari kita hayati dan bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pastor Paroki Santo Agustinus Manokwari, Januarius Vaenbes.

Januarius juga mengajak umat Katolik Paroki Santo Agustinus Manokwari untuk menjadikan momentum HUT ke-85 itu, untuk memperkuat rasa persaudaraan antar umat dan dengan sesama lain.

Pesan yang sama juga disampaikan Mayjen TNI Gabriel Lema. Ia mengatakan momen perayaan HUT ke-85 Paroki Santo Agustinus Manokwari itu mengamatkan kepada semua warga, secara khusus umat Katolik di Manokwari, untuk terus menjaga kerukunan dan kebersamaaan di tengah masyarakat.

“Kesempurnaan sejati memang sulit diraih, tapi teruslah melangkah dengan saling berbagi, saling mendukung, dan saling menyayangi,” ujarnya.

Sebelumnya dalam rangka memeriahkan perayaan HUT ke-85 Paroki Santo Agustinus Manokwari itu, telah dilaksanakan berbagai kegiatan dan perlombaan. Mulai dari pengobatan massal, donor darah, pemberian bantuan tangan kasih hingga lomba taman di sekitar halaman gereja, yang diikuti seluruh umat Katolik Paroki Santo Agustinus Manokwari. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.