Lintas Papua

Kasus Pelecehan Seksual Perempuan dan Anak di Kaimana Tinggi

KAIMANA – Pengadilan Negeri Kaimana menyebutkan kasus pelecehan seksual perempuan dan anak di Kabupaten Kaimana masih tinggi.

Berdasarkan data sepanjang 2022, sebanyak 20 kasus tindak pidana pelecehan seksual perempuan dan anak telah disidangkan di Pengadilan Negeri Kaimana.

“Tingginya kasus pelecehan perempuan dan anak ini membuat kami prihatin. Makanya itu, pencegahan utama adalah pengasuhan, pemeliharaan dari keluarga inti,” kata Ketua Pengadilan Negeri Kaimana Dinar Pakpahan kepada awak media, Kamis (3/11/2022).

Keluarga inti yang dimaksud Dinar adalah kedua orang tua dan anak. Peran orang tua terhadap anak, kata dia, harus ditingkatkan karena pelaku pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak kebanyakan adalah orang terdekat.

Ia mengimbau, orang tua memberikan edukasi sejak dini kepada anak untuk menolak ajakan orang dikenal maupun yang tidak dikenalnya.

“Kalau keluarga inti kuat, pasti bisa melakukan upaya menghindarinya. Intinya jangan dibiarkan mereka lepas bermain tanpa pantauan dari orang tua,” katanya.

Selain keluarga inti, kata Dinar, tingginya kasus pelecehan seksual perlu menjadi atensi semua pemangku kepentingan, terutama dalam mencegah terjadinya pelecehan seksual pada perempuan dan anak.

“Korban kekerasan seksual sudah pasti akan mengalami trauma yang berkepanjangan, karena itu sudah seharusnya mereka mendapat perlindungan,”katanya.

Menurutnya, pelimpahan berkas perkara pelecehan seksual harus mendapat perlindungan hukum dan diselesaikan melalui jalur hukum, agar memberikan edukasi dan efek jerah bagi pelaku.

“Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal di atas 9 tahun perlu diterapkan,” tegasnya.

Ia mengakui, selama ini belum optimal adanya perlindungan hukum bagi korban pelecehan seksual. Hal tersebut dinilainya berdampak pada tingginya angka kasus pelecehan seksual di Kaimana.

“Beberapa kasus pelecehan seksual diselesaikan dengan jalur adat serta kekeluargaan, karena  sebagian besar kasus pelecehan seksual itu terjadi di lingkungan tempat tinggal pelaku dan pelakunya adalah keluarga atau orang-orang dekat,” ungkap dia. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.