Kepatuhan Bayar Iuran Jamsostek Masih Rendah

MANOKWARI – Kepatuhan badan usaha dalam membayar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek), masih sangat rendah. Akibatnya, tunggakan setiap tahun terus meningkat.

“Kita sedang lakukan inventarisir jumlah tunggakan iuran dari pemberi kerja,” kata Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Manokwari, Carolus Sigalingging, Jumat pekan lalu.

Tunggakan tersebut, sambung dia, menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Ke depannya, sosialisasi kepatuhan kepada perusahaan yang telah terdaftar sebagai peserta akan ditingkatkan.

“Kita juga akan cek dulu, apakah perusahaan terkait masih beroperasi atau sudah tidak,” jelas Carolus.

Tahun 2020 lalu, BPJS Ketenagakerjaan bersama Kejaksaan Tinggi Papua Barat telah menandatangani nota kesepahaman  guna mengatasi masalah kepatuhan terhadap pelaksana program sosial ketenaga kerjaan di Papua Barat. Karena badan usaha berkewajiban untuk melindungi para pekerja.

“Yang paling utama dilakukan adalah pembinaan bagi pemberi kerja supaya bisa patuh membayar iuran,” jelas dia.

Selain kesadaran dari badan usaha, pandemi Covid-19 juga menjadi faktor utama pembayaran iuran jamsostek tersendat. Sebab, banyak perusahaan mengalami kesulitan finansial.

Carolus menyarankan agar badan usaha swasta secara aktif melaporkan data pekerja yang didaftarkan pada program jamsostek. Pelaporan data pekerja bisa dilakukan secara online maupun offline.

“Kalau ada karyawan mereka yang sudah tidak bekerja ya datanya perlu diperbaharui lewat surat resmi,” ujarnya.

Untuk memastikan keaktifan tenaga kerja pada suatu badan usaha, maka BPJS Ketenagakerjaan secara kelembagaan telah berkolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat.

“Nanti petugas pengawasan dari dinas yang akan cek lebih dalam,” ujarnya.

Selain masalah tunggakan, kata dia, badan usaha yang belum mendaftarkan pekerja pada program jamsostek juga masih banyak. Jumlahnya kurang lebih ada 230 badan usaha.

Langkah yang ditempuh adalah meningkatkan sinergi dengan masing-masing pemerintah kabupaten agar para pemberi kerja atau badan usaha segera mendaftarkan para pekerja mereka.

“Kita sudah kirimkan surat. Secara SOP, kita lakukan pembinaan terlebih dahulu,” ucap Carolus.

Diberitakan media ini sebelumnya, data peserta aktif dari sektor formal hingga kini mencapai 38.720 orang yang tersebar di lima kabupaten wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manokwari. Yakni, Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Wondama.

“Peserta sektor informal yang tercatat saat ini ada 44.568 orang,” ucap dia.

Ada empat program jamsostek yang wajib diikuti oleh tenaga kerja baik sektor formal maupun informal. Meliputi, jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK) dan jaminan pensiun (JP). (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: