Lintas Papua

KKPD Kaimana Gelar Konsultasi Publik Karakterterisasi Perikanan

KAIMANA – UPTD Kantor Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kaimana menggelar kegiatan “Konsultasi Publik Karakterterisasi Perikanan Area II Arguni” untuk mendukung pengembangan dan pengelolaan sektor perikanan di wilayah itu, bertempat di Kaimana, Selasa (4/4/2023).

Konsultasi publik itu menghadirkan sejumlah narasumber yang mewakili pemangku kepentingan sektor perikanan Area II Teluk Arguni, yang meliputi lima kelompok kampung, yakni Kampung Feternu, Genova, Furnusu, Sawi dan Tugarni.

Kepala Bappeda Kabupaten Kaimana Abdul Rahim Furuada menerangkan, forum konsultasi publik ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat memberikan masukan yang nantinya dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk menyempurnakan program-program yang telah disepakati.

“Sehingga ada ketersinambungan antara keinginan masyarakat dan kebijakan pemerintah,” kata Abdul Rahum Furuada saat membuka kegiatan konsultasi publik itu.

Abdul Rahim menegaskan, pemda memberikan atensi khusus terhadap sektor perikanan dan pertanian, karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat Kaimana adalah nelayan dan pertanian

“Dua sektor tersebut perlu dikembangkan dan dikelola secara baik, agar bisa berdampak bagi keberlangasungan hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kaimana Gustaf Werfete, dalam arahannya mengatakan, pengawasan terhadap perikanan dan kelautan tidak hanya tanggung jawab instansi terkait, melainkan tanggung jawab bersama.

Sebab itu menurutnya, kolaborasi serta kerjasama antara pemangku kepentungan dan mitra pemerintah perlu terbina dengan baik.

“Selain itu, untuk menyikapi sejumlah permasalahan yang kerap terjadi di Area II Arguni, konsultasi publik ini diharapkan bisa memberikan pemikiran dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi saat ini,” papar Gustaf.

Sementara itu, Kepala UPTD KKPD Kaimana Eli Auwe meyebut, pihaknya  telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk melakukan survey cepat di Arguni pada 2022 lalu.

Eli menerangkan, Kaimana memiliki empat konservasi perairan laut, dengan luas wilayah 500 ribu hektar. Arguni merupakan area konservasi laut yang terkecil dengan luas 35.475,8 hektar, penduduknya tersebar di 24 kampung. 19 kampung diantaranta masuk dalam wilayah konservasi.

Ia berharap konsultasi publik itu bisa memperoleh titik temu serta rekomendasi yang berguna bagi peningkatan perikanan dan kelautan di Kaimana.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II Dewan Adat Kaimana Mohammad Natsir Aituarauw, perwakilan Yayasan Konservasi Indonesia (YKI), Sinergi Rakyat Untuk Alam (Sinara), dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID). (LAU)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.