Lintas Papua

Kontak Tembak di Papua, Satu Anggota Brigade Mobil Gugur

JAYAPURA – Kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata terjadi di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (18/9/2023). Satu anggota kepolisian dari Korps Brimob, yakni Briptu Rudi Agung, gugur dalam peristiwa ini.

Kepala Satgas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz Ajun Komisaris Besar Bayu Suseno menyatakan, kontak tembak tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 11.00 WIT.

Dia menyebut, kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) itu terjadi ketika aparat sedang berpatroli di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon. Para pelaku langsung melarikan diri setelah kontak tembak berakhir.

”Anggota kami telah mengevakuasi korban ke rumah sakit setempat. Upaya pengejaran para pelaku masih terus berlangsung hingga kini,” kata Bayu.

Peristiwa tembak-menembak itu menunjukkan terus berulangnya kasus kekerasan di daerah otonom baru (DOB) di Papua. Pegunungan Bintang termasuk delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan yang baru dimekarkan dari Provinsi Papua pada akhir 2022. Pegunungan Bintang juga disebut sebagai salah satu basis KKB di Papua Pegunungan.

Berdasarkan data Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, terjadi 54 kasus kekerasan di wilayah Papua selama delapan bulan terakhir. Sekitar 60 persen kasus kekerasan itu terjadi di dua daerah otonom baru, yakni Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey memaparkan, kabupaten di Papua Tengah yang sering terjadi konflik adalah Dogiyai, Intan Jaya, dan Puncak. Sementara itu, di Papua Pegunungan, konflik kerap terjadi di Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Jayawijaya.

Di Dogiyai, misalnya, sudah terjadi dua kali kerusuhan dalam delapan bulan terakhir. Dua insiden ini menyebabkan ratusan bangunan terbakar serta warga dan aparat kepolisian terluka.

Di Puncak, KKB melakukan enam kali aksi teror dalam tiga minggu terakhir. Kelompok itu menembak dua warga hingga luka berat dan membakar tiga rumah, fasilitas menara telekomunikasi, perpustakaan sekolah, dan gudang penyimpanan beras milik Pemerintah Kabupaten Puncak.

”Terjadi siklus kekerasan antara kelompok sipil bersenjata dan aparat keamanan. Hal ini memicu adanya memicu motif balas dendam sehingga kelompok tersebut menyerang warga sipil yang dicurigai sebagai anggota intelijen,” ujar Frits.

Juru bicara Jaringan Damai Papua (JDP), Yan Christian Warinussy, mengatakan, konflik antara TNI-Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) terus mengakibatkan korban jiwa.

Oleh karena itu, Yan berharap kedua belah pihak bisa melakukan perundingan dan dialog untuk menghentikan konflik yang terjadi. ”JDP selalu mendorong adanya dialog damai sebagai solusi terbaik mengatasi konflik di Tanah Papua,” katanya. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.