Lintas Papua

Lagi, Prajurit TNI Diduga Salah Gunakan Senjata di Papua

JAYAPURA – Pihak keamanan menahan seorang anggota TNI Angkatan Darat berinisial Prajurit Dua YW yang membawa 44 butir amunisi di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (8/6/2022). Dalam dua hari terakhir, tercatat sudah dua anggota TNI yang ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan senjata di Papua.

Saat ini YW telah ditahan di Markas Polisi Militer XVII/Cenderawasih untuk menjalani pemeriksaan. Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Letnan Kolonel Kav Herman Taryaman di Jayapura, Kamis (9/6/2022), membenarkan informasi tersebut. YW ditahan petugas pengamanan Bandara Sentani di tempat pemeriksaan pintu keberangkatan pukul 07.40 WIT.

Ia memaparkan, YW adalah anggota yang bertugas Batalyon Infanteri Raider 751/Vira Jaya Sakti. Menurut rencana, YW dalam perjalanan dengan pesawat Trigana Air dari Jayapura ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

”Prada YW meminta izin ke pimpinannya dengan alasan menghadiri pemakaman ayahnya di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo. Saat melewati tempat pemeriksaan, petugas pengamanan Bandara Sentani menemukan puluhan butir amunisi di tasnya,” ujar Herman.

Herman menuturkan, Prada YW sempat dibawa anggota Provos ke Markas Batalyon Infanteri Raider 751/VJS setelah ditangkap petugas pengamanan Bandara Sentani. Petugas meminta keterangan lebih lanjut terkait perbuatannya membawa 44 butir amunisi itu.

”Setelah diperiksa di Markas Batalyon Infanteri Raider 751/VJS, Prada YW pun diserahkan ke Polisi Militer XVII/Cenderawasih untuk mengetahui motif dan tujuan membawa amunisi. Apabila melanggar ketentuan, Prada YW diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Herman.

Sejauh ini sudah ada dua kasus anggota TNI terkait dugaan penyalahgunaan amunisi dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, tim gabungan TNI Polri menahan seorang anggota TNI, yakni Prajurit Kepala AKG, di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Selasa (7/6/2022).

Praka AKG ketahuan menjual 10 butir amunisi senilai Rp 2 juta ke salah satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya berinisial FS yang juga telah ditahan pihak kepolisian. Kini Praka AKG telah ditahan di Markas Subdetasemen Polisi Militer Nabire.

Diketahui FS merupakan bagian dari anggota KKB yang sering kali menyerang aparat TNI Polri serta warga sipil selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya kasus pembacokan seorang pedagang bernama Asep Saputra hingga tewas di Sugapa pada 18 April 2021.

Sekretaris Dewan Adat Papua Leo Imbiri berpendapat, kasus penjualan amunisi oleh seorang anggota TNI AD di Intan Jaya menunjukkan masih rendahnya pengawasan di institusi militer. Maraknya penjualan amunisi turut memicu konflik di Papua tidak berakhir hingga kini.

”Kami menilai aksi pelaku yang menjual amunisi ke KKB tidak menunjukkan sikap patriotisme terhadap negara. Ia lebih mementingkan kepentingan personal,” kata Leo. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.