Lintas Papua

Lomba Lari 10 K Meriahkan HUT ke-78 RI di Manokwari

MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar lomba lari 10 kilometer dua kategori yaitu prestasi dan pemula pelajar di Kabupaten Manokwari, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw, mengatakan lomba lari kategori prestasi diikuti sejumlah atlet nasional dari DKI Jakarta, Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Keikutsertaan pelari tingkat nasional dari tujuh provinsi bermaksud untuk memicu semangat atlet muda Papua Barat dalam meningkatkan kemampuan berlari.

“Kehadiran atlet nasional dalam lomba ini tujuannya menggairahkan semangat berlatih bagi pelari pemula Papua Barat,” kata Paulus Waterpauw di Manokwari, Selasa (15/8/2023).

Gubernur menuturkan bahwa Papua Barat memiliki banyak potensi atlet cabang olahraga lari atau lainnya, namun potensi tersebut perlu mendapatkan pembinaan dan pelatihan secara rutin.

Pelari pemula pelajar nantinya didata oleh Dinas Pemuda dan Olahraga sehingga pembinaan terhadap atlet muda berpotensi dapat diselenggarakan dengan maksimal.

“Penyelenggaraan even bagian dari pemberdayaan terhadap potensi atlet. Jadi, anak-anak muda siapkan diri kalian dari sekarang,” ujar Waterpauw.

Menurut Waterpauw, masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan lomba lari 10 kilometer yang telah terlaksana dan hal tersebut perlu dievaluasi agar pelaksanaan even lari ke depannya lebih maksimal.

Hal ini berkaitan dengan rencana pemerintah provinsi kembali menggelar lomba lari 5-10 kilometer pada Oktober 2023, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda.

“Karena waktu persiapan hanya satu minggu. Tentu segala kekurangan jadi bahan evaluasi, supaya even Oktober nanti lebih meriah,” ucap Waterpauw.

Juara 1 lomba lari 10 kilometer kategori prestasi putra Rahmat Setiabudi atlet nasional Jawa Timur menyarankan agar pelaksanaan lomba lari harus dimulai sejak pukul 06.00 WIT karena suhu udara yang panas mengakibatkan perfoma atlet mengalami penurunan.

Selain itu, panita diharapkan untuk menyedikan pos air minum (water station) setiap dua kilometer sehingga para atlet tidak kehausan bahkah dehidrasi saat mengikuti perlombaan.

“Rutenya mantap, ada tanjakan dikit di kilometer tujuh. Cuaca sangat panas karena startnya sudah lewat dari jam 7 pagi,” jelas Rahmat.

Sebagai informasi, juara satu lomba lari 10 kilometer kategori prestasi putra Rahmat Setiabudi (Jawa Timur), juara dua Hendrik (DKI Jakarta), dan juara tiga Omri Sina (NTT).

Kemudian juara satu lomba lari 10 kilometer kategori prestasi putri Irma Handayani (Kalimantan Timur), juara dua Apiana Paijo (NTT), dan juara tiga Krisnawati (Sulawesi Selatan). (SWF)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.