Lintas Papua

Lulusan Kampus di Papua Banyak Menganggur, Kewirausahaan Didorong

JAYAPURA – Program kewirausahaan di lingkup kampus menjadi salah satu ikhtiar untuk menekan angka pengangguran, khususnya dari lulusan perguruan tinggi. Di Papua, mahasiswa dikenalkan kepada wirausaha sebagai gaya hidup, sekaligus dengan mengandalkan potensi lokal di sekitar mereka.

”Semangat berwirausaha harus digalakkan sehingga menjadi gaya hidup mahasiswa. Dengan begitu, ketika lulus, mereka punya orientasi lapangan kerja tidak hanya kantoran. Begitu pun pemanfaatan potensi lokal sebagai daya tarik jenis usaha yang dikembangkan,” kata Ketua Tim Kewirausahaan Universitas Cenderawasih (Uncen) Kurniawan Patma saat acara Festival Kewirausahaan 2023, di Jayapura, Papua, Senin (6/11/2023).

Dalam dua tahun terakhir, persentase pengangguran lulusan perguruan tinggi di Papua berada di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, pada 2022 persentase pengangguran lulusan diploma dan universitas mencapai 11,66 persen, sedangkan nasional sebesar 9,39 persen. Adapun pada tahun sebelumnya, pengangguran lulusan perguruan tinggi sebanyak 16,95 persen, sedangkan di tingkat nasional 11,85 persen.

Kurniawan yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi Uncen ini menyebut, Uncen terus melakukan pendampingan kepada mahasiswa dalam berwirausaha. Saat ini, ada dua program pendampingan yang bisa diikuti mahasiswa, yakni Studentpreneur (rintisan Uncen) serta Wirausaha Merdeka, yang merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kemendikbudristek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri menjadi calon wirausahawan melalui program Wirausaha Merdeka yang berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Pada 2023, sebanyak 34 perguruan tinggi melaksanakan program pelatihan kewirausahaan yang menjangkau sekitar 12.000 mahasiswa.

”Dari dua program pendampingan itu, saat ini sudah ratusan kelompok usaha yang dilahirkan. Adapun lewat pameran seperti ini, para kelompok yang telah dibimbing bisa memasarkan dan mengenalkan produknya,” ucapnya.

Potensi lokal

Salah seorang binaan kewirausahaan Uncen, Sapira Dantru, telah mengikuti program tersebut sejak semester satu. Mahasiswi jurusan Manajemen angkatan 2021 ini bersama dua rekannya mengembangkan kuliner olahan dengan bahan baku lokal, seperti sagu, keladi, pisang, serta ikan untuk abon.

Saat ini, mereka masih fokus untuk memasarkan produk di Kota Jayapura dan sekitarnya. Dengan pendampingan dan mulai masuknya bantuan pihak lain, dia berharap bisa semakin berkembang. ”Kami juga dibantu oleh Bank Indonesia untuk membantu perizinan dan legalitas lain. Kami berharap, jika semua dimudahkan, ke depan kami bisa menembus pasar yang lebih luas,” ucapnya.

Mahasiswi lainnya, Carol Ibo, juga tertarik dengan mengembangkan usaha kopi lokal. Ia bersama empat rekannya di Fakultas Hukum melihat potensi kopi sebagai komoditas yang digandrungi masyarakat menjadi peluang yang harus dimanfaatkan.

Salah satu mentor program kewirausahaan Uncen yang juga praktisi kopi, Alo Jufuway, mengungkapkan, geliat wirausaha anak muda di Papua cukup baik dengan mengembangkan potensi lokal. Misalnya, di lini bisnis kopi, ada sejumlah kopi lokal yang bisa digaungkan, seperti kopi tiom (Kabupaten Lany Jaya), kiwirok (Pegunungan Bintang), tangma (Yahukimo), dan kurima (Yahukimo).

”Dengan memanfaatkan potensi kopi lokal, berarti juga sekaligus bisa turut memberdayakan petani kopi lokal,” ujarnya.

Dukungan berkelanjutan

Pameran kewirausahaan mahasiswa Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua, Senin (6/11/2023).

Alo berharap kampus dan pemerintah bisa konsisten mendukung kewirausahaan agar bisa berkelanjutan. Dia menyebut, pelaku usaha perlu didampingi dalam menghadapi tantangan seperti pemodalan dan izin legalitas usaha.

Adapun Kurniawan menargetkan, kegiatan kewirausahaan mahasiwa bisa menembus pasar yang lebih luas sehingga bisa berkelanjutan. Dalam jangka panjang, kampus ingin melibatkan pihak ketiga, baik itu dari pemerintah daerah maupun pelaku usaha skala besar.

”Semuanya berproses dengan memastikan kualitas produk yang dihasilkan baik. Dengan begitu, kami ingin menarik pihak lain untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Cenderawasih Oscar Oswald O Wambrauw mengapresiasi semangat yang ditunjukkan mahasiswa dalam berwirausaha. Dia menyebut, ikhtiar yang dijalankan dengan konsisten akan membantu kampus memiliki lulusan yang berstatus angkatan kerja. (kom)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.