Lintas Papua

Menteri Investasi Perintahkan Tambang Emas Ilegal segara Ditutup

MANOKWARI – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memerintahkan Gubernur Papua Barat untuk segera menutup tambang emas illegal di Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak.

Dia menjelaskan, dalam rapat koordinasi terbatas Satgas Investasi bersama Gubernur, Kapolda, Pangdam, Kajati serta Bupati Manokwari dan Pegaf menyepakati untuk segera melakukan langkah-langkah komperhensif dan terukur tehadap pengambangan liar yang ada di Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak.

Karena kata dia, penambangan tersebut tidak ada izin dan berada di Kawasan hutan konservasi maka tidak dibenarkan dalam aturan. Untuk itu dirinya sudah meyerahkan pesoalan ini untuk ditangani langsung oleh Gubernur Papua Barat Paulus Waterpau.

“Kami bersepakat harus diselesaikan dalam waktu cepat untuk penutupan areal tambang ilegal tersebut,” pungkas dia.

Sementara, Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpau mengatakan, pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah cepat dan akurat untuk mengatasi persoalan tambang liar di Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak.

Waterpau menjelaskan, langkah-langkah yang akan segera dilakukan adalah membentuk satuan tugas yang mendasari satuan tugas yang berada di pusat.

“Pak Menteri sudah mendelegasikan tugas ini kepada saya, maka saya akan bersinergi dengan forkopimda dan Bupati Manokwari, Bupati Pegaf serta pelaksana tugas yang ada untuk menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya kepada awak media, di Manowakri Rabu (15/6/2022).

Waterpau menegaskan agar seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Manokwari dan Pegaf khususnya yang berada di kawasan yang punya potensi sumber daya alam, agar tidak sembarangan melepas hak ulatnya kepada masyarakat atau investor dari luar untuk melakukan penambangan liar. Apalagi kawasan yang saat ini dilakukan penambangan liar merupakan kawasan hutan konservasi.

“Secara aturan itu dilarang,” jelas dia.

Dampak dari penambangan liar sambung Waterpau, tidak hanya terjadi saat ini, melaikan puluhan hingga ratusan tahun, sehingga kita harus hati-hati dalam hal ini,” tambah dia.

“Terumata dengan masuknya alat berat itu tidak boleh. Maka satuan tugas yang akan dibentuk akan melakukan pendekatan dan penambangan jelas akan ditutup,” pungkasnya. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.