Lintas Papua

Misa Paskah di Manokwari, Umat Katolik Diajak untuk Merenungkan Kemuliaan Kebangkitan Tuhan

MANOKWARI — Paroki Santo Agustinus Manokwari menggelar Misa Pontifikal Hari Raya Paskah, Minggu (31/3/2024). Adapun Misa Paskah di Gereja Santo Agustinus ini dimulai pukul 08.00 WIT yang dipimpin Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega.

Pantauan papuabaratnews.co, Misa Pontifikal itu berlangsung dengan khidmat. Uskup Hilarion Datus Lega memulai misa dengan mengajak jemaat merenungkan kemuliaan kebangkitan Tuhan melalui peristiwa Paskah.

Uskup Datus Lega mengatakan bahwa Hari Raya Paskah bukan hanya momentum bagi umat Kristiani untuk mengingat kebangkitan Yesus Kristus. Namun, kata dia, Paskah harus dijadikan momen untuk memperbaharui hidup dengan suka cita dan kegembiraan.

“Bagi orang Katolik, Paskah Tuhan bernilai sangat dasyat. Secara teologis, isi dan substansi yang amat mendasar dari iman Kristiani adalah Paskah. Sebab Paskah adalah puncak, ketika pengharapan dan kerinduan manusiawi mengkristal pada kemuliaan kebangkitan Yesus, yang mengalahkan dosa dan maut,” kata Uskup Datus Lega kepada jemaat Katolik yang hadir.

Lanjutnya, kata dia, Paskah Tuhan menjadikan umat Kristiani sebagai manusia-manusia yang baru karena telah dibangkitkan dari kuasa dosa dan menerima anugerah kemuliaan dari Tuhan.

Pada misa Paskah ini, umat Katolik membaharui janji baptis, yakni penolakan terhadap setan dan perbuatan-perbuatannya serta berjanji untuk mengabdi Allah dalam Gereja Katolik yang kudus. Termasuk menolak perjudian, kesenangan duniawi, korupsi, perselingkuhan, dendam, pencurian, iri, benci, malas, dan hidup berfoya-foya.

Ritus janji baptis ini selalu diucapkan setiap perayaan Malam Paskah dan Minggu Paskah bagi umat Katolik seluruh dunia.

Sebelumnya, Uskup Datus Lega dalam perayaan Malam Paskah, Sabtu malam (30/3/2024), mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus meningkatkan keimanan dan cinta kasih terhadap sesama agar damai sejahtera selalu ada di tengah hidup sosial bermasyarakat.

“Berita kebangkitan Tuhan sebagaimana tertulis dalam Alkitab mengingatkan kita semua agar jangan takut, sebab Yesus sudah bangkit,” ujarnya.

Menurut Uskup Datus Lega, pengalaman hidup setiap orang selalu bergerak dari satu peristiwa yang pahit, sedih, gagal, dan tidak menyenangkan ke peristiwa yang menggembirakan, sukses, bahagia, dan menyejaterahkan. Umat kristiani pun mengalami pengalaman-pengalaman ini.

Ia mengajak umat kristiani yang selama ini hidup dengan kebiasaan-kebiasaan buruk, seiring dengan peristiwa kebangkitan Tuhan, segera beralih atau berubah. Misalnya, selalu malas bekerja, menjadi lebih rajin; sering gagal dalam usaha, dicarikan penyebab dan jalan keluar; sering menghina orang lain menjadi lebih mumuji dan bersikap hormat.

“Pengalaman itu mengubah hidup seorang secara pribadi atau kelompok. Contohnya pengalaman para rasul yang hidup dalam ketakutan setelah Yesuf wafat berubah menjadi kegembiraan setelah Yesus bangkit,” kata Uskup Datus Lega. (sem)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.