Lintas Papua

Musim Penghujan, Warga Manokwari Diimbau Waspadai DBD

MANOKWARI – Curah hujan di Kabupaten Manokwari terus meningkat dalam beberapa waktu belakanga ini. Oleh karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak saja mewaspadai adanya bencana banjir tetapi juga terhadap berkembangnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

“Ini penting kita sampaikan karena fenomena DBD ini sedang marak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan ada yang menimbulkan kematian,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marren Rantetampang kepada media ini di Manokwari, Selasa (25/1/2022).

Dia mengatakan, tingginya curah hujan mengakibatkan banyak genangan air. Pada genangan air itulah, vektor atau nyamuk dapat dengan mudah berkembang. Nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut. Selain gigitan nyamuk, demam berdarah dipicu oleh faktor risiko tertentu seperti pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya dan kekebalan tubuh yang lemah.

“Ciri nyamuk Aedes Aegypti biasanya berkembang di media yang bersih seperti botol, kaleng bekas dan yang lainnya. Jadi kalau ada genangan air di tanah, biasanya jenis nyamuk ini tidak akan berkembang,” kata dia.

Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh jentik nyamuk tersebut, maka masyarakat diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungannya secara baik. Cara yang dapat dilakukan antara lain dengan menguras tempat penampungan air seperti bak mandi minimal setiap minggu, menutup rapat tempat penampungan air, menyingkirkan barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

“Selain itu, kita juga perlu mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah dan memasang kelambu saat tidur,” terang Marten.

Lebih lanjut, Marten menyampaikan, gejala DBD dapat ditunjukkan dengan adanya demam, ruam, timbulnya bintik-bintik merah pada kulit serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang dapat membahayakan nyawa.

“Oleh karena itu, apabila sudah ada gejala seperti demikian, sebaiknya segera ke pusat layanan kesehatan yang ada,” tutupnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.