Omer Petrus Isba Cabut Laporan Kasus Rasisme ke Polisi

MANOKWARI – Omer Petrus Isba, pelapor dugaan kasus rasisme dan ujaran kebencian yang menyinggung masyarakat suku besar Arfak melalui media sosial facebook beberapa waktu lalu melunak.

Hal itu ditandai dengan mengajukan surat permohonan pencabutan Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/134 /11/2022/Polres Manokwari/Papua Barat, tanggal 27 Februari 2022 lalu.

Surat permohonan itu diajukan langsung oleh Omer Petrus Isba ke Polres Manokwari, Selasa (29/03/2022).

Menurut Omer Petrus Isba, adapun yang mendasari surat permohonan pencabutan perkara ini yang telah dilaporkannya di Polres Manokwari, adanya kesepakatan untuk dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan dengan cara saling memaafkan antara tersangka AM, EM dengan MLH selaku terduga terlapor.

Selain itu proses penyelesaian dan perdamaian secara adat juga sudah dilakukan dengan menyerahkan denda adat senilai Rp 250 juta dan 40 buah piring adat kemarin.

Omer Petrus Isba menegaskan, pengajuan permohonan pencabutan LP tersebut dibuatnya tanpa ada paksaan ataupun intervensi dari siapapun. Itu dilakukan sebagai itikad baik untuk mengakhiri polemik yang sebelumnya pernah terjadi.

“Saya tidak keberatan untuk mencabut laporan atau pengaduan yang telah dilaporkan pada SPKT Polres Manokwari karena sudah tidak menuntut lagi atas permasalahan dari peristiwa tersebut karena sudah dianggap sudah selesai,” kata Omer Petrus Isba. (PB1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: