Lintas Papua

Pawai Hadrat Keliling Kota, Tradisi Rayakan Idul Fitri Tanpa Sekat di Kaimana

KAIMANA – Ada sebuah kebiasaan unik yang dilakukan warga muslim Kaimana, Papua Barat, dalam merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah. Mereka menggelar silaturahim hadrat keliling Kota Kaimana. Ratusan orang, tua dan muda berkeliling kota sambil menari diiringi lantunan shalawat dan musik hadrat.

Koordinator Hadrat Tahun 2023, Anwar J. A. Ombaier, mengatakan, tradisi hadrat yang digelar pada Hari Raya Idul Fitri 1444 H dilaksanakan selama dua hari, yakni pada hari kedua Idul Fitri, yakni Minggu (23/4/2023), dimana peserta berjalan kaki mengelilingi kota Kaimana.

“Untuk hari kedua, kami melaksanakan hadrat ke luar kota Kaimana dan berakhir di Masjid Nurul Huda Kampung Coa. Pesertanya tak terbilang, karena diikuti oleh seluruh Remaja Masjid dari berbagai Masjid di kota Kaimana,” kata Anwar Ombaier.

Tradisi Hadrat ini, kata Anwar, tidak hanya dilaksanakan di kota Kaimana, tetapi juga di kampung-kampung di wilayah Kabupaten Kaimana.

Muhammad Karet, tokoh masyarakat Kaimana mengatakan, kebiasaan ini sudah berlangsung sejak 1970-an, dan terus dilaksanakan hingga sekarang.

“Hadrat merupakan budaya Islam yang kami ambil dari Syekh Abdul Qodir Jailani. Pukulan Hadrat ini di mana-mana ada, tapi di Kaimana punya pukulan tersendiri,” jelas Muhammad Karet.

Pawai Hadrat di kota Kaimana, Papua Barat. PAPUABARATNEWS Online/Lau

Menurut Muhammad Karet, kegiatan ini memang merupakan ajang silaturahmi dengan semua warga tanpa mengenal perbedaan. Para peserta pawai akan bersilahturahmi dengan warga biasa sampai singgah ke rumah tokoh masyarakat setempat.

“Melalui tradisi ini, kita saling menyatukan diri untuk saling maaf memaafkan, antara satu dengan lainnya,” ujarnya.

Unik menurut Karet, kegiatan ini juga diikuti oleh warga yang beragama Kristen. Ada yang memeriahkan di tempat-tempat yang menyediakan makanan dan minuman sambil ikut menari di tengah jalan serta ada pula yang memberikan sumbangan di kotak amal.

“Toleransi antar umat beragama yang ditampilkan dalam tradisi hadrat ini, menandakan kerukunan umat beragama sebagai salah satu pilar utama pembangunan di Kabupaten Kaimana,” terang Muhammad Karet.

Meski perjalanan terbilang jauh, rombongan tak pernah lelah untuk berselawat diiringi suara rebana sambil diikuti anak-anak remaja masjid yang tetap semangat untuk menari keliling kota Kaimana. Hasil sumbangan yang mereka dapatkan, nantinya akan dibagikan ke seluruh masjid. (LAU)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.