Lintas Papua

Pemkab Teluk Wodama dan BPJS Kesehatan Teken PKS

MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama BPJS Kesehatan Cabang Manokwari melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Rencana Kerja dengan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional bagi masyarakat Kabupaten Teluk Wondama dalam rangka Universal Health Coverage (UHC), Sabtu (28/5/2022). Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama memberikan perlindungan Jaminan Kesehatan bagi seluruh warganya.

“Kita semua berharap pelayanan kesehatan lebih cepat dan dapat difasilitasi penjaminannya oleh Pemerintah, karena itu melalui kerja sama ini kami berharap BPJS Kesehatan bisa memberikan pelayanan tepat waktu bagi masyarakat,” kata Wakil Bupati Teluk Wondama, Andarias Kayukatui.

Jumlah penduduk yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada saat penandatanganan PKS tersebut sekitar 42 ribu jiwa atau 95 persen dari total penduduk Teluk Wondama.

Kategori peserta Program JKN-KIS yang ditanggung oleh Pemkab Teluk Wondama adalah masyarakat tidak mampu.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manokwari, Deny Jermy Eka Putra Mase, mengungkapkan, respon dari Pemkab Teluk Wondama sangat luar biasa, baik dari  progres pembayaran iuran, maupun verifikasi dan validasi kepesertaan.

“Respin yang cepat ini merupakan salah satu visi misi dari pada pemerintah daerah untuk memajukan kesehatan masyarakat,” ujar Deny.

Deny menerangkan, jaminan kesehatan daerah yang tadinya bersifat UHC tapi sekarang open. Karena dari segi anggaran dan kepesertaan sudah memenuhi syarat sehingga kita masuknya dalam UHC open.

“Dulu jika masyarakat butuh pelayanan mendaftar dulu BPJS Kesehatan, lalu bulan berikut  baru bisa digunakan. Namun dengan adanya PKS ini, begitu mendaftar dapat kartunya, langsung aktif dan bisa langsung digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Adapun kepesertaan program JKN-KIS Kabupaten Teluk Wondama sudah memenuhi syarat, karena sudah melebihi rata-rata ketentuan UHC dengan jumlah peserta minimal 95 persen dari total penduduk.

“Kami terus mengupayakan agar sampai akhir tahun atau tahun-tahun selanjutnya kepesertaannya akan terus naik hingga 100 persen,” jelasnya. (CR1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.