Lintas Papua

Pemprov Papua Barat Meluncurkan Penerbangan Subsidi Perintis

MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat meluncurkan Penerbangan Subsidi Angkutan Udara Perintis Rute Manokwari di Bandar Udara Rendani, Manokwari, Senin (15/1/2024).

Program Penerbangan Subsidi Angkutan Udara Perintis ini mengandeng Susi Air untuk melayani 12 rute penerbangan (PP) untuk 12 Bandara terpencil di Papua Barat dan Papua Barat Daya di tahun 2024.

Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere berharap penerbangan subsidi ini bisa menekan harga tiket transportasi udara di Papua Barat.

“Program ini sangat membantu kesulitan kita di Papua Barat. Bukan hanya soal jangkauan transportasi ke daerah-daerah terisolir tetapi juga membantu menekan biaya (transportasi udara) yang tinggi,” tutur Ali Baham.

Ali Baham berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut dalam kolaborasi program tersebut.

‘’Kita bersyukur di awal 2024 ini ada 12 rute dengan 16 Bandara perintis, dari 11 perintis di 2023 menjadi 12 bandara perintis di 2024 ini,” ucapnya.

Adapun 12 rute penerbangan perintis itu adalah Manokwari, Kebar, Merdey, Numfor, Biak, Kambuaya, Babo, Anggi, Wasior, Teminabuan, Bintuni, Ransiki, dan  Ayawasi.

Ali Baham mengakui adanya permasalah angutan di Papua Barat. Salah satu adalah mahalnya biaya angkutan, baik itu angkutan darat, angkutan laut, maupun angkutan udara.

Sebab itu, dia berharap penerbangan subsidi angkutan udara perintis ini selain menekan biaya juga mempercepat dan memastikan mobilisasi barang dan jasa di wilayah-wilayah terpencil.

‘Apabila ada warga yang sakit sakit dan keperluan mendesak lainnya bisa cepat memperoleh pelayanan dengan memanfaatkan program penerbangan subsidi angkutan udara perintis ini,’’ jelas Ali Baham.

Ia juga mengingatkan agar program penerbangan subsidi ini bisa menjangkau lebih luas ke daerah-daerah terpencil. Sebab masyarakat sangat membutuhkan penerbangan subsidi.

“Ke depan perlu dipikirkan juga program subsidi angkutan darat, karena subsidi angkutan udara perintis ini dari kementerian. Misalnya di Pegunungan Arfak, karena saat ini biaya angkutan penumpang dan distribusi barang ke Pegaf masih sangat mahal,” kata Ali Baham.

Ada dua pesawat Susi Air yang disediakan untuk penerbangan subsidi angkutan udara perintis tersebut.

“Kami berharap agar maintenance-nya bagus dan terus dijaga dengan baik,” punkasnya. (sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.