Lintas Papua

Pemprov Papua Siapkan Rp 116 Miliar Selesaikan Tunggakan Beasiswa Otsus

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua memastikan bayar tunggakan beasiswa otonomi khsusus Papua dalam sepekan ke depan. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp 116,8 miliar dari pembiayaan bersama dengan pemerintah kabupaten/kota di Papua.

”Pemda provinsi dan kabupaten/kota akan melakukan pembiayaan bersama untuk tungggakan beasiswa seluruh mahasiwa penerima beasiswa yang terdaftar di Pemprov Papua,” kata Derek Hegemur, Penjabat Sekretaris Daerah Papua, seusai rapat di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Papua, Rabu (17/1/2024), dikutip Kompas.id.

Rapat itu menyikapi polemik tunggakan beasiswa otonomi khusus (otsus) Siswa Unggul Papua (SUP). Tunggakan itu terjadi sejak Juli 2023.

Rapat yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Papua Derek Hegemur bersama sembilan pemerintah kabupaten/kota di Papua turut dihadiri perwakilan Kementerian Dalam Negeri.

Rapat ini menindaklanjuti imbauan dari Kementerian Dalam Negeri soal penyelesaian pembiayaan beasiswa Siswa Unggul Papua pada periode Juli-Desember 2023. Pembiayaan tersebut bagi 1.347 mahasiswa yang berkuliah di dalam negeri dan 276 mahasiswa di luar negeri.

Secara teknis, pembiayaan bantuan keuangan khusus tersebut melalui penggeseran alokasi dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Kemendagri mendorong, penggeseran tersebut bisa diselesaikan pemda dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua dalam kurun waktu satu minggu setelah rapat selesai.

Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri Bahri menyampaikan, pihaknya akan mengawal penyelesaian tunggakan beasiswa tersebut. Kemendagri akan mendorong pemda segera melakukan pembayaran dengan segera sesuai dengan kesepakatan.

”Jika pembayaran masih belum dilakukan, Kemendagri akan langsung memotong dari atas (APBD 2024) untuk menyelesaikan tunggakan. Ini bentuk jaminan kehadiran pemerintah kepada masyarakat,” ujar Bahri saat menemui para orangtua yang menginap di depan kantor Gubernur Papua.

Sementara para orangtua yang tergabung Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua mengucapkan syukur atas keputusan tersebut. Mereka telah menginap di kantor Gubernur Papua sejak Selasa (9/1/2024).

Ketua Forum Komunikasi Orangtua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua John Reba berharap keputusan ini menjadi titik terang dari polemik yang ada. Apalagi sejak polemik ini bergulir pada Juli 2023, para mahasiswa Papua mengalami nasib tidak menentu dalam menjalankan studi. Bahkan, sejumlah mahasiswa yang berkuliah di luar negeri turut terancam dipulangkan ke Indonesia.

Butuh perbaikan

Di sisi lain, John berharap pemerintah bisa mengevaluasi pelaksanaan beasiswa SUP ini. Apalagi dengan berbagai perubahan regulasi, seperti adanya daerah otonomi baru dan sistem alokasi dana otsus yang kini dilimpahkan ke pemerintah kabupaten/kota.

Hal serupa disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa) Amerika Serikat-Kanada Erik Maiseni. Hal itu untuk memastikan masalah serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Erik juga khawatir, masalah ini akan membuat anak-anak Papua enggan bersekolah hingga ke luar negeri. Padahal, sejak awal program ini diharapkan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang unggul untuk mendorong pembangunan di Papua.

”Hal yang tidak kalah penting, kejadian ini tentu mencoreng nama Papua dan Indonesia di dunia pendidikan internasional. Jangan sampai ke depan tidak ada lagi yang bersedia menampung anak Papua,” katanya.

Sementara itu, Pemprov Papua masih akan mengevaluasi untuk pembiayaan tahun-tahun selanjutnya. Derek menyebut, untuk saat ini pemerintah akan fokus menyelesaikan terlebih dahulu tunggakan pada periode Juli-Desember 2023.

Selama ini, Pemprov Papua beralasan, keterlambatan pembayaran itu terjadi karena sejumlah alasan, seperti basis data yang bermasalah, status daerah otonomi baru, serta adanya aturan yang menyatakan dana otsus kini langsung diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota.

”Pemprov Papua akan menyusun penganggaran untuk tiga tahun selanjutnya. Pemprov Papua akan menyusun pengelolaan yang lebih baik sehingga masalah-masalah yang terjadi tidak terulang lagi,” ucap Derek. (kom/sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.