Lintas Papua

Pengiriman Komoditas Ekspor Masih Terkendala Transportasi

MANOKWARI – Kepala Bea Cukai Manokwari, Johan Pandores mengatakan, pengiriman ekspor beberapa komoditas masih terkendala masalah transportasi.

Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak maskapai namun belum menemui titik temu. “Sebelumnya Bea Cukai telah melakukan pertemuan dengan sejumlah maskapai seperti Lion Group dan Sriwijaya, namun belum menemukan titik temu,” tuturnya.

Dikatakan, hal utama yang menjadi permasalahan yakni pembiayaan yang sangat tinggi. “Jika sesuai perhitungan, tidak menguntungkan dari sisi bisnis karena tidak setimpal,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa fakta yang terjadi saat ini, Bea Cukai Manokwari melakukan ekspor namun melalui beberapa tempat, yakni Batam. “Dari perhitungan harga, melalui Batam jauh lebih murah sambil menunggu nanti apakah ada transportasi yang lebih bagus untuk pengiriman langsung ke luar negeri,” jelasnya.

Misalnya, saat ini ekspor kepiting melalui Batam kemudian menuju ke Singapura. Selain itu, ada komoditas ekspor lainnya seperti Similax juga telah memiliki pasar di luar negeri seperti Amerika, Singapura dan Hongkong.

“Memang tidak besar karena itu pengirimannya cukup melalui kantor pos,” sebutnya.

Johan mengatakan, Bea Cukai terus mendorong beberapa komoditas lain, seperti Coklat Ransiki namun masih terkendala administratif. “Perizinannya sedang kami upayakan. Mudah-mudahan segera terealisasi,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Johan, Bea Cukai tengah mendorong ekspor ikan hias karena punya prospek sangat bagus. Meskipun masih terkendala transportasi, sebab jika menginap di Jakarta, maka perlu instalasi khusus. “Kalau binatang hidup resikonya sangat besar karena rentan mati,” ujarnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.